Milenial Harus Melek Dana Pensiun

    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Saatnya para generasi milenial mulai merencanakan dana pensiun. Strategi untuk mempersiapkan dana pensiun juga tentu harus kita perhatikan. Selain itu, dana pensiun juga akan sangat diperlukan ketika tubuh sudah tidak produktif, tidak mampu bekerja keras, hingga penyakit mulai menyerang tubuh.

    Pentingnya memikirkan dana pensiun sejak dini sudah tidak perlu dijelaskan kembali. Untuk itu, setiap para pekerja patut membuat rencana jangka panjang, terutama dalam urusan keuangan.

    Baca Juga : UNCTAD: Blockchain Mendominasi 75 Persen Bursa Ekonomi Digital Dunia

    Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hasil proyeksi kependudukan tahun 2010 hingga 2035, Indonesia akan memasuki periode lanjut usia atau lansia (ageing). Sekitar 10% penduduk Indonesia pada 2020 akan berusia 60 tahun ke atas. Di Indonesia sendiri jumlah dan persentase lansia pada tahun 2010 ada 18 juta jiwa atau sekitar 7,56%.Tahun 2019 ada 25,9 juta atau sekitar 9,7%, tahun 2020 ada 27,1 juta jiwa dengan persentase 9,99%. Tahun 2030 ada 42 juta jiwa 13,82% dan 15,77% pada 2035 dengan jumlah jiwa 48,2 juta. Struktur ageing population merupakan cerminan semakin tingginya rata-rata Usia Harapan Hidup Penduduk Indonesia. Naik dari 68,6 tahun menjadi 70,8 tahun dan proyeksi tahun 2030-2035 di 72,7 tahun.

    Oleh karena itu, jumlah lansia yang meningkat menjadi tantangan agar dapat mempersiapkan dana pensiun hari tua. Sehingga beban masyarakat maupun negara justru jadi aset berharga sumber daya manusia yang potensial.

    Baca Juga : Indosat Ooredoo Manfaatkan Live Chat dengan Artificial Intelligent

    Ada banyak cara yang membatu para generasi milenial yang akan melakukan investasi dibidang dana pensiun. salah satunya melalui platform financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending yang mempertemukan antara lender dengan borrower. menabung bisa pula menjadi sebuah solusi yang lebih aman untuk mempersiapkan dana pensiun Anda. Bunga sebesar 5% bisa didapatkan dari tabungan dalam bentuk deposito. Hanya saja, bunga dari instrumen investasi lain seperti saham dan peer to peer lending bisa dikatakan lebih tinggi ketimbang tabungan atau deposito.

    Dikutip dari KoinWorks sepanjang tahun 2016 lalu, bunga rata-rata investasi peer to peer lending KoinWorks mencapai 19,9%. Hal tersebut tentu mampu memberikan keuntungan yang relatif lebih tinggi ketimbang Anda menyisihkan uang sebesar Rp 100.000 per hari untuk ditabung.

    Mulailah menyisihkan nominal uang dari sekarang, mempersiapkan dana pensiun tidak serumit yang ada dibenak kita selama ini.

    -Vidia Hapsari-

    Komentar
    Bottom Adv