OJK : Satgas Temukan 123 Fintech Ilegal

    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 123 fintech lending ilegal dan 30 usaha gadai yang tidak terdaftar serta 49 entitas penawaran investasi yang tidak berizin. Keberadaan fintech lending ilegal masih sangat mengkhawatirkan karena jumlah yang beredar di internet dan aplikasi ponsel tetap banyak, meski Satgas sudah meminta untuk diblokir kepada Kominfo.

    “Jadi kami mengharapkan masyarakat dapat lebih jeli sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah fintech lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum,” ujar Tongam L Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi.

    Baca Juga : OJK : Perlu Regulasi untuk Mengatur Pinjaman Online

    Tongam menambahkan Satgas juga sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan fintech lending illegal serta pihaknya secara rutin terus melakukan pencarian fintech fintech ilegal di internet, aplikasi dan media sosial untuk kemudian mengajukan temuan fintech lending ilegal itu untuk diblokir kepada Kementerian Kominfo.

    Satgas bersama Bank Indonesia melarang fintech payment system memfasilitasi fintech lending ilegal, serta selalu menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

    Baca Juga : OJK Siapkan GESIT, Teknologi Pengawasan Ekosistem Fintech

    Pada 2 Agustus 2019 lalu, Satgas Waspada Investasi juga menemukan 143 entitas fintech lending ilegal, namun dalam perkembangannya terdapat tiga entitas yang telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech lending yaitu Koperasi Syariah 212, PT Laku6 Online Indonesia, dan PT Digital Dana Technology sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

    Total entitas fintech lending ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi sejak awal 2019 sampai dengan September sebanyak 946 entitas sedangkan total yang telah ditangani sejak awal 2018 sampai September 2019 sebanyak 1350 entitas.

    -Vidia Hapsari-

     

    Komentar
    Bottom Adv