Lewat Bank Wakaf Mikro, OJK Optimis Tingkatkan Perekonomian Rakyat

    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitment untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat dengan adanya program Bank Wakaf Mikro (BWM)

    Adapun sampai saat ini, dari jumlah 52 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di seluruh Indonesia, jumlah nasabah total sekitar 19.543 nasabah. Terdiri dari beberapa sektor jenis usaha semuanya ada, seperti usaha kecil jajanan tradisional, kerajinan anyaman bambu, dan bahan makanan pokok.

    Baca Juga : OJK : Kenali Manfaat dan Resiko Fintech Lending

    Pada acara peresmian pendirian BWF Apik di Pesantren Apik Kaliwungu Kendal, Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK berkata “kami meyakini bahwa kemiskinan berkaitan erat dengan ketersediaan akses keuangan. Untuk itu, kami menginisiasi pembentukan Bank Wakaf Mikro di daerah sebagai upaya OJK tidak hanya fokus pada nasabah besar tetapi juga mendorong penyediaan akses keuangan bagi masyarakat kecil,”

    Wimboh menambahkan skema dalam BWF merupakan terobosan baru yang dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil, karena pembiayaan yang diberikan cukup murah dengan margin hanya 3% per tahun dan mudah tanpa agunan.

    Baca Juga : Perbankan VS Fintech, Mana yang Lebih Ampuh Dorong Inklusi Keuangan?

    Selain itu, OJK juga mendorong pemanfaatan teknologi oleh Bank Wakaf Mikro, seperti untuk memasarkan produk, meningkatkan kapasitas pelayanan, maupun mengembangkan usahanya.

    “Hingga Juli 2019, terdapat 52 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di 15 provinsi dengan nilai total pembiayaan Rp24,9 miliar untuk 19.543 nasabah yang terdiri dari 2.374 kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesi (Kumpi).” Tutur Wimboh

    Provinsi Jawa Tengah saat ini memiliki Bank Wakaf Mikro terbanyak di antara provinsi lainnya, yaitu 11 Bank Wakaf Mikro. BWM Apik sejak April 2019 sudah membina 270 nasabah dengan nilai pembiayaan Rp270 juta yang kebanyakan merupakan kelompok masyarakat produktif dengan usaha kecil.

    -Vidia Hapsari-

    Komentar
    Bottom Adv