ANGEL INVESTOR KUCURKAN PENDANAAN UNTUK GANDENGTANGAN

    DuniaFintech.com – GandengTangan belum lama ini menerima pendanaan dari Mariko Asmara yang didukung oleh ANGIN (Angel Investment Network Indonesia) dengan jumlah yang tidak disebutkan. Mariko Asmara Yoshihara sendiri sejauh ini dikenal sebagai salah satu angel investor yang aktif menyuntikkan dana investasi untuk perusahaan rintisan di Indonesia.

    GandengTangan merupakan wadah yang menghubungkan antara wirausaha mikro yang membutuhkan pembiayaan untuk pengembangan usahanya dengan para Investor yang ingin memberikan pembiayaan berdasarkan pertimbangan risiko, imbal hasil maupun dampak sosial yang diharapkan. Pembiayaan di GandengTangan menggunakan skema crowdlending, yaitu pembiayaan secara keroyokan dari masyarakat yang menjadi Investor kepada wirausaha mikro dan kecil dengan menggunakan teknologi.

    Dengan konsep yang diusungnya ini, GandengTangan mengklaim telah mengumpulkan kurang lebih 700 pemberi pinjaman dan membantu pendanaan 20-an bisnis dengan menciptakan dampak sosial bagi lebih dari 3.500 orang. Inisiatif tersebut disebutkan untuk membawa visi pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Caranya dengan membantu akses keuangan bisnis UMKM.

    Kami sangat senang dengan terjalinnya kolaborasi ini. Dengan ibu Mariko sebagai bagian dari keluarga GandengTangan, kami berharap untuk bisa meningkatkan kualitas layanan GandengTangan serta dampak yang ingin dicapai perusahaan di masa depan,” ungkap Chief Community Officer GandengTangan, Darul.

    Sejak didirikan tahun 2015 silam, GandengTangan mulai fokus mengatasi masalah UMKM, terutama untuk masalah modal. GandengTangan mendorong investor untuk memberikan pinjaman ringan, atau dengan kata lain pinjaman tanpa bunga.

    GandengTangan sejauh ini juga telah menjalin kerja sama dengan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) untuk bisa menjangkau lebih banyak pengguna. GandengTangan juga tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan lainnya guna bersama-sama mengembangkan UMKM di Indonesia.

    Sebagai angel investor dan pengusaha di Indonesia, saya melihat hambatan besar bagi startup atau pemain baru untuk meminjam uang untuk ekspansi ke Indonesia dari lembaga keuangan formal. Namun, saya melihat begitu banyak dampak dan kontribusi yang bisa mereka lakukan untuk bangsa dan masyarakat. Saya percaya bahwa GandengTangan dapat meningkatkan kinerja UKM di masa depan. Seiring dengan program Pemerintah, kita harus mampu meningkatkan persentase pengusaha di Indonesia dari 1% menjadi 5%,” kata Mariko.

    Perkembangan lain yang dialami GandengTangan adalah dengan diperkenalkannya program GT-Trust. Sebuah program yang akan menjadi cara GandengTangan untuk mencari dan mendidik UMKM untuk mendapatkan pinjaman yang lebih baik dan mengoptimalkan modal mereka.

    Dengan memperkenalkan peran GT-Trust kami percaya bahwa platform ini tidak hanya menyediakan mereka dengan agen lokal terpercaya yang akan membantu bisnis kecil dan menengah dengan strategi pertumbuhan dan peningkatan mata pencaharian pribadi,” terang CEO GandengTangan Jezzie Setiawan.

    Awal mula muncul ide GandengTangan adalah saat founder mereka sedang menyusun tesis untuk kuliahnya dan menemukan riset McKinsey yang memprediksi bahwa Indonesia menjadi negara ke-7 terbesar pada tahun 2030. Di saat tumbuhnya optimisme tersebut, ia pun menemukan data fakta bahwa lebih dari 50% penduduk di Indonesia masih hidup di bawah $2, dimana itu adalah indikator kemiskinan yang dipakai di dunia. Dengan harapan bisa terealisasinya prediksi Indonesia menjadi negara ke-7 di dunia, maka tingkat kesejahteraan penduduk harus ditingkatkan dan kesenjangan ekonomi perlu diturunkan. Salah satunya adalah dengan jumlah pekerjaan.

    Fakta kedua yang ditemui adalah 97% dari total pekerjaan di Indonesia diciptakan oleh UMKM sehingga pertumbuhan UMKM sangat penting dalam penciptaan pekerjaan. Masalahnya 57 juta usaha mikro di Indonesia tidak bisa mendapatkan akses pendanaan ke perbankan karena faktor tidak adanya jaminan, pembukuan, maupun riwayat kredit yang dimiliki. Padahal dalam kenyataannya, banyak dari mereka yang harus meminjam dari rentenir dengan bunga yang tinggi dan masih bisa membayarnya hingga sekarang.

    Source:

    • dailysocial.id
    • gandengtangan.org

    Written by: Sebastian Atmodjo

    Komentar