Apa Saja Penyebab Harga Bitcoin Naik yang Perlu Diketahui Trader

    Apa Saja Penyebab picture

    DuniaFintech.com – Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, pada hari Minggu, 7 April lalu Bitcoin berhasil melampaui harga $5.100. Harga ini adalah 20% lebih tinggi selama pekan ini. Bagaimana bisa dan apa saja penyebab harga kripto aset itu terus meningkat?

    Banyak pengamat menyebut bahwa setelah kenaikan melebihi $5.100, Bitcoin akan mengalami kenaikan selanjutnya seiring dengan terlampauinya resistance hurdle.

    Bitcoin adalah salah satu jenis aset yang harganya sangat fluktuatif. Apa saja penyebab nilai Bitcoin bisa semakin tinggi? Simak beberapa faktornya berikut ini!

    Baca juga: Pekerjaan Sampingan Raih Keuntungan di Era Digital

    1. Keterbatasan Stok

    Dalam protokol yang dirilis, diketahui hanya ada 21 juta Bitcoin yang akan dirilis ke pasaran. Saat ini setidaknya sudah ada 80% dari total supply yang ditambang oleh pengguna. Karena jumlahnya terbatas, semakin tingginya permintaan terhadap Bitcoin bisa memicu kenaikan harganya. Ini sesuai dengan konsep ekonomi, semakin tinggi permintaan, semakin tinggi pula harga dari suatu barang dan jasa.

    2. Perhatian Media

    Pada tahun 2017, di saat Bitcoin mencapai puncaknya dengan raihan harga lebih dari $20.000 dolar, kripto aset buatan Satoshi Nakamoto ini meraih peringkat kedua dalam pencarian global Google. Artinya, tidak hanya netizen tapi media-media besar di dunia berperan penting dalam kenaikan ini. Semakin banyaknya media yang memberitakan Bitcoin, semakin banyak pula orang yang tahu tentang Bitcoin dan membelinya. Semakin banyak orang yang membeli, harga tentu saja akan semakin meningkat.

    3. Regulasi di Sebuah Negara

    Sebagai kripto yang terdesentralisasi, Bitcoin bisa beredar tanpa adanya pemerintah yang mengawasi. Hal inilah yang tidak bisa didapatkan publik dari penggunaan fiat. 

    Baca juga: Pendanaan Fintech Dengan Nominal Mencengangkan

    Beberapa tahun terakhir, pemerintahan di berbagai negara mulai mengambil kebijakan proaktif dengan membuat regulasi khusus terkait kripto aset. Pada bulan April 2017 lalu misalnya, Jepang memutuskan untuk menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Regulasi baru ini langsung membuat harga Bitcoin semakin meroket. Di Indonesia sendiri, Bitcoin dan kripto aset lain telah disahkan menjadi komoditi yang bisa diperdagangkan.

    3. Keberadaan Komunitas Kripto

    Investor dan pedagang Bitcoin lebih pintar daripada yang diperkirakan kebanyakan orang. Merupakan hal yang umum untuk mendengar cerita orang-orang yang menggunakan kesempatan, mengubah uang tunai mereka menjadi kripto tanpa pemahaman nyata tentang cara kerja Bitcoin.

    Tetapi banyak yang melakukan penelitian dan membagikan apa yang mereka ketahui dengan komunitas cryptocurrency lainnya. Baik pengguna dan pengembang mampu mempengaruhi harga kripto. Sama seperti di pasar keuangan tradisional, kepercayaan memainkan peran penting dalam keputusan investor. Ini menjelaskan mengapa Bitcoin masih merupakan aset digital yang paling dihargai. Bitcoin telah mendapatkan kepercayaan orang selama bertahun-tahun.

    4. Tren Membeli

    Kenaikan permintaan terhadap Bitcoin juga bisa terjadi ketika tren membeli terjadi di pasaran. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab kenaikan Bitcoin beberapa bulan terakhir. Hal ini disampaikan oleh CEO Indodax, Oscar Darmawan.

    “Selama 3 bulan terakhir terjadi fase akumulasi beli dimana para buye rpercaya akan terjadi momen lonjakan harga. Pada akhirnya kenaikan harga inilah yang mendorong semakin besarnya tingkat pembelian, karena efek FOMO (Fear of Missing Out) pada perdagangan aset digital,” ungkapnya.

    Fear of Missing Out ini merujuk pada kecemasan orang-orang yang merasa jika mereka tidak membeli Bitcoin sekarang, maka mereka tidak akan mendapatkan kesempatan menikmati lonjakan harganya. Semakin banyak orang yang berpikir demikian, semakin banyak pula yang memburu Bitcoin. Dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tren membeli ini sudah dipastikan akan memicu kenaikan harga berikutnya.

    -Dita Safitri-

    Komentar