Aplikasi Noompang, Mudik Murah Dengan Tebengan

    aplikasi noompang picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Aplikasi Noompang, aplikasi karya anak bangsa menawarkan solusi bagi para penggunanya yang ingin mudik lebaran jarak dekat.Aplikasi Noompang dapat memfasilitasi dan mempertemukan pengguna yang ingin berbagi dan sedang membutuhkan tempat kosong untuk perjalanan jarak dekat.

    Baca juga : Digibank by DBS Semakin Perkaya Fitur Perbankan Digital

    Jadi, Noompang akan memanfaatkan bangku kosong yang berada di mobil untuk dapat berbagi tumpangan ke orang lain yang melakukan perjalanan dengan tujuan yang sama namun dalam jarak yang dekat.

    Harga tumpangan pun relatif terjangkau. Misalnya, untuk tumpangan dari Jakarta ke Bandung, hanya memakan biaya Rp50 ribu – Rp70 ribu. Sedangkan untuk tebengan dalam kota hanya Rp10 ribu – Rp20 ribu. Harga tersebut bergantung dengan jarak tempuh. Aplikasi ini hanya merekomendasi harga. Namun untuk informasi lebih rinci, misalnya ketersediaan kursi, penawaran harga, dan sebagainya itu bisa dibicarakan dengan pengemudi.

    Berbeda dengan model transportasi berbasis aplikasi lainnya, Noompang tidak menjadikan penggunanya seperti pengemudi taksi online, namun aplikasi ini menjadi sambilan saat melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk dapat berbagi tumpangan. Meski begitu, Anda pun tidak perlu khawatir dengan keamanannya karena Noompang telah merekam data-data berupa nomor KTP, STNK hingga link sosial media yang diperlukan sebelum pengguna mendaftar di aplikasi itu.

    Baca juga : Aplikasi Smartphone ini Berfungsi Banget Loh di Bulan Ramadhan!

    Tidak hanya menawarkan tumpangan, aplikasi itu menyasar sektor distribusi kuliner melalui fitur Noompang Food yang baru diluncurkan pekan pertama Mei 2019. Ini terkait banyak konsumen yang ingin menitip pembelian makanan, misalnya yang khas Bandung  ke Jakarta dengan pengiriman satu hari.

    Selain makanan, Noompang tengah melirik potensi penyewaan mobil untuk dimasukkan ke dalam aplikasi Noompang. Saat ini, Noompang bekerja sama dengan tiga agen perjalanan untuk menyediakan kursi kepada pengguna aplikasi yang telah memesan.

    Sekilas informasi mengenai aplikasi ini, Aplikasi Noompang dibangun oleh Mirsa Sadikin CEO Noompang dengan kedua temannya pada tahun 2018. Awalnya, aplikasi Noompang hanya target ke pada mahasiswa yang rutin pulang Jakarta – Bandung. Namun, seiring berjalannya waktu. Penggunan aplikasi Noompang dimanfaatkan oleh kalangan pekerja yang memiliki perjalanan rutin Jakarta – Bandung.

    Aplikasi yang terbentuk pada Juli 2018 itu tidak hanya menangani perjalanan Jakarta-Bandung, juga bisa ke Jawa Tengah misalnya Solo dan Yogyakarta. Saat ini mereka masih berfokus mengembangkan Noompang di Jabodetabek dan Bandung, sambil tetap melirik peluang di daerah potensial, misalnya Surabaya dan Malang.

    Baca juga : Belum Puas dengan QR, Fintech Indonesia Siap Mengadopsi RFID!

    — Dinda Luvita —

    Komentar
    Bottom Adv