BAGAIMANA PENGARUH MATA UANG VIRTUAL TERHADAP INVESTOR STARTUP

January 8, 2018

DuniaFintech.com – Dengan semakin maraknya penggunaan Bitcoin dan teknologi Blockchain, semakin banyak perusahaan startup mulai mengubah cara mereka mendapatkan investasi. Alih-alih dengan menjual ekuitas tradisional, mereka mulai melakukan Initial Coin Offerings (ICO) dengan menjual token/koin mereka sendiri.

Namun, selama beberapa bulan terakhir, kita telah melihat tingkat ICO yang didanai dengan sukses mulai menurun. Ini terjadi karena investor semakin pintar dan cenderung mendanai proyek spekulatif. Tingkat adopsi mata uang virtual pun meningkat. Dan lebih banyak perusahaan mulai menambahkan Bitcoin sebagai metode pembayaran. Expedia, Virgin dan Microsoft semua saat ini menerimanya, sementara McDonalds dan Wal-mart adalah yang paling diharapkan akan melakukan langkah serupa di tahun 2018.

Baca juga : duniafintech.com/goldman-sach-akan-tawarkan-trading-mata-uang-virtual

Bagaimana Para Pengusaha Mengubah Strategi Fundraising-nya?

Beranjak dari metode lama dengan menjual saham konvensional, banyak pendiri startup mulai memanfaatkan Blockchain dan Bitcoin untuk mengumpulkan modal. Membuat token dan menawarkannya kepada para investor adalah cara yang paling sering dilakukan belakangan ini. Namun, semua tetaplah harus melalui berbagai proses pertimbangan yang tidak mudah.

Maxine Ryan salah satu pendiri Bitspark, sebuah platform pengiriman uang tiruan untuk bisnis transfer uang, yang baru-baru ini meluncurkan token, Zephyr. Dia mendorong para pendiri untuk melakukan penelitian menyeluruh sebelum meluncurkan ICO untuk memahami peraturan tersebut. Ryan mengatakan, “Karena lebih banyak perusahaan pemula mempertimbangkan rute ini untuk mengumpulkan dana, para pendiri harus mempelajari secara dekat perbedaan antara ICO dan Token Sale, karena ada persyaratan peraturan khusus yang mempengaruhi keduanya.”

Semakin Banyak Profesional yang Turut Andil

Meskipun secara umum pertumbuhan ICO melambat, minat investor justru meningkat. Perusahaan investasi baru yang sedang berkembang banyak yang mengadopsi cryptocrurency dan menjadikannya sebagai salah satu aset sah. Hal ini juga sangat berperan mendorong pertumbuhan industri ini.

Baca juga: duniafintech.com/lampu-hijau-untuk-masyarakat-unbanked-dalam-memanfaatkan-startup-p2p-lending-untuk-perluasan-usaha

CME Group yang baru-baru ini meluncurkan bursa berjangka Bitcoin menjadi salah satu pelopor bersama JP Morgan. Menurut riset CNBC, saat ini setidaknya adalah 124 hedge funds yang memfokuskan diri pada mata uang virtual dan blockchain.

Bagaimana Investor Melihat Tren Ini?

Simon Dixon adalah CEO BnkToTheFuture.com dan merupakan investor aktif di industri ini. Dia sedang optimis terhadap masa depan ICO karena mereka mampu menghasilkan cara yang sangat baik untuk teknologi protokol untuk memberi rewards kepada penggunanya dan mendapatkan keuntungan dari penerapannya.

Baca juga: duniafintech.com/para-investor-segera-tinggalkan-emas-demi-bitcoin

Dixon memprediksi bahwa bisnis yang lebih besar, yang sudah memiliki daya tarik dan pelanggan, akan mulai mengidentifikasikan ekosistem dan komunitas mereka. Kita sudah mulai melihat tren ini meningkat, karena perusahaan publik, seperti iCandy Interactive Limited, mulai menciptakan koin mereka sendiri. Dengan perkembangan ini, sepertinya kita dapat berharap tinggi pada perkembangan industri startup yang bersinergi dengan cyrptocurrency dan blockchain, terutama untuk sektor investasi.

Source: dealstreetasia.com

Written by: Dita Safitri

Komentar