BANTU KAUM MISKIN DI DUNIA DENGAN BITCOIN DAN BLOCKCHAIN

    Inline Adv

    Duniafintech.com – Pada era serba digital ini, pembicaraan tentang lift antariksa dan transpalantasi kepala akan menjadi sulit untuk membedakan antara berita fakta dan palsu. Tetapi percayalah ketika Anda mendengar tentang Bitcoin, Blockchain, dan mata uang digital.

    Kenyataannya, fenomena dari “magic internet money” bisa dengan cepat mengubah seluruh hidup kita selamanya. Bitcoin dan Blockchains berdiri untuk memperbaiki perubahan yang sangat besar terhadap layanan keuangan dan terdengar sebagai uang yang masuk akal bagi orang-orang di negara-negara yang saat ini sedang mengalami kesulitan akibat kondisi ekomoni yang buruk. Kehadiran mata uang digital dapat sangat meningkatkan privasi dan meraih kebebasan finansial untuk orang-orang yang taat hukum di seluruh dunia.

    Masa depan dari inovasi mata uang digital menawarkan hal positif yang menjanjikan karena sistem konvensional yang ada saat ini masih terdapat banyak kekurangan.

    Di bawah sistem yang ada saat ini, mata uang konvensional nasional, seperti dolar AS, dikeluarkan oleh bank sentral, yaitu Federal Reserve. Bank-bank sentral mengendalikan jumlah uang yang beredar, namun kebijakan pemerintah tidak selalu tepat. Dan persediaan uang yang tidak stabil atau tingkat inflasi yang tinggi membuat investasi dan perencanaan keuangan mengalami kesulian di banyak negara di dunia. Sementara kebijakan bank sentral seringkali tampak membantu orang dalam mengumpulkan kekayaan yang besar, yang terkadang menyebabkan terjadinya guncangan ekonomi dan bencana finansial.

    Dewasa ini banyak telah lahir sistem digital. Sebagian besar uang baru yang masuk dalam lingkup ekonomi tidak akan pernah dicetak dalam bentuk uang kertas dan koin. Menurut beberapa perkiraan, hanya sekitar 8% mata uang di dunia sekarang hadir sebagai uang fisik. Sisanya diadakan secara elektronik pada buku besar yang tersimpan di dalam hard drive komputer di lembaga utama keuangan di dunia.

    Seluruh pengaturannya dalam hal tersebut akan bergantung pada jaringan kepercayaan dan perantara. Dimana pemegang rekening mempercayai bank mereka untuk menyimpan catatan kepemilikan mereka. Setiap transaksi dan transfer yang dilakukan nasabah pada suatu bank harus mempercayai pencatatan yang ada. Dan seluruh dunia harus mempercayai bank sentral untuk menghormati target dan pedoman inflasi yang mereka tetapkan sendiri.

    Sayangnya, sistem yang berjalan seperti itu bersifat berbelit-belit, rawan kesalahan, mahal, dan lamban. Bank Eropa bisa mengenakan biaya $15 ketika melakukan pengiriman uang senilai $100 ke rekening bank AS. Untuk bank AS sendiri membebankan biaya tambahan $30 untuk pengiriman skala internasional. Dan keseluruhan proses itu memakan waktu lima hari kerja. Bank dan lembaga keuangan lainnya terkadang menjadi bangkrut, mengorbankan pelanggan atau penetapan pajak yang tinggi.

    Berangkat dari kasus tersebutlah teknologi Blockchain masuk sebagai solusi untuk menghilangkan kebutuhan akan uang konvensional dan terlepas dari sistem moneter.

    Blockchain adalah buku besar terdesentralisasi yang menunjukkan transaksi keungan ke semua pihak yang berkepentingan. Perdagangan dari mata uang digital dilindungi dengan menggunakan data yang terenkripsi.

    Bitcoin sekarang ini adalah mata uang yang mengandung teknologi Blockchain, dimana mata uang digital tersebut paling populer dan banyak digunakan. Dengan Bitcoin, semua orang di seluruh dunia mengikuti peraturan yang sama dan saling tahu persis apa yang diharapkan, yaitu terbebas dari inflasi. Dan para pengguna Bitcoin bisa dengan mudah memindahkan ‘koin’ yang dimiliki dari satu akun ke akun lainnya dengan cara yang sama. Seseorang yang memiliki Bitcoin dapat selalu memverifikasi atau membuktikan kepemilikannya kepada orang lain melalui informasi yang ditampilan pada teknologi Blockchain. Hal itu lebih baik ketimbang memegang aset di bank internasional yang hanya menunjukkan melalui selembar kertas atau situs web.

    Keuntungan lain dari Bitcoin adalah bisa terhindar dari hyper-inflation dan transaksinya tidak terbatas, juga tidak ada biaya tambahan atau izin yang diperlukan berdagang Bitcoin dengan seseorang di negara lain. Teknologi Bitcoin dan Blockchain juga berdampak secara dramatis di berbagai wilayah yang tak terhitung jumlahnya, dimana kepercayaan dan kebenaran data (termasuk data pemilik) bisa menimbulkan masalah, termasuk dalam pasar keuangan/saham, kekayaan intelektual (seperti hak cipta), dan catatan medis.

    Oleh karena itu tidak mengherankan apabila semua perubahan ini membuat badan pengawas di seluruh dunia merasa terancam. Selama bulan lalu, telah terlihat Komisi Sekuritas dan Bursa Efek AS menolak proposal untuk dana pertukaran berbasis pertukaran Bitcoin (pelacakan reksa dana indeks, seperti indek NASDAQ-100, dan S&P 500). Bahkan Kementerian Keuangan India telah menciptakan sebuah komite khusus untuk mempelajari mata uang digital.

    Tentu saja, ada berbagai risiko terhadap bisnis tertentu dengan munculnya teknologi baru ini, dan masalah tersebut mendapat perhatian dan pengawasan dari pemerintah, termasuk media. Namun, lembaga pemerintah dan lembaga keuangan terkemuka yang didirikan sebagian besar tidak memiliki bisnis yang mendukung teknologi Bitcoin dan Blockchain yang menawarkan potensi besar untuk membantu orang mendapatkan peluang dan keamanan finansial yang lebih baik.

    Sumber:     insidesources.com

    Picture:       pixabay.com

    Written by: Sintha Rosse

     

    Komentar
    Bottom Adv