Belajar Dari Eyang Habibie, Sosok Rendah Hati yang Penuh Ambisi Akan Teknologi

    habibie picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Kamis, 11 September 2019, rasa duka cita yang mendalam bagi bangsa Indonesia atas kepergian Bapak Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tercinta, Bacharuddin Jusuf Habibie. Mendengar nama Habibie dengan segala pencapaian dalam hidupnya seakan menyuguhkan energi kolektif kepada bangsa Indonesia.

    Baca juga : Mata Uang Kripto di ‘Who Wants To Be A Millionare’ India

    Sosok yang hangat disapa Eyang Habibie ini telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama enam bulan, beliau menjalani studinya di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955.

    “Jika ingin menguasai teknologi, lebih baik sekalian kuasai teknologi yang paling sulit. Bila hal tersulit dapat dikuasai, otomatis teknologi yang tingkat kesulitannya ada di bawahnya akan gampang dikuasai. Mulai dari akhir, selesai di awal. Karenanya jika bangsa Indonesia mampu menguasai teknologi pesawat terbang, antariksa dan nuklir, niscaya teknologi pendukungnya seperti otomotif, elektronik, senjata, dan produk massal lainnya akan lebih mudah dikuasai”, ungkap Eyang Habibie dalam suatu kesempatan memberikan sambutan penutupan pada acara Penataran Pedoman Pengamalan & Penghayatan Pancasila (P-4).

    Dalam bekerja Eyang Habibie selalu menganut prinsip ”mutu ditentukan oleh setiap detail”.  Beliau kerap mengingatkan tim kerjanya agar selalu bersikap rasional, bertindak konsisten dan berlaku adil, hal-hal itu yang menjadi prinsip dalam langkahnya mengatasi masalah dan menyelesaikan setiap tugas yang diemban.

    Prinsip lainnya yang dianut Eyang Habibie, bahwa belajar menguasai teori itu sangat perlu, tetapi teori saja tidak cukup. Penguasaan teori memang diperlukan, namun untuk keterampilan nyata kita harus mempraktikan teori itu secara konkret di lapangan. Beliau juga menekankan pentingnya ”kepercayaan (credibility)” sebagai modal utama.

    Guna mewujudkan “SDM Unggul Indonesia Maju”, Eyang Habibie berpesan kepada para milenial agar terus berusaha menjadi pribadi yang transparan, unggul dalam bidangnya agar dapat berkolaborasi dengan baik. Bahkan beliau kerap menyoroti hobi milenial belakangan ini yaitu bermain games. Beliau menegaskan tidak salah menggunakan teknologi dan terus memperbaharui pengetahuan terhadap teknologi. Namun, jangan habiskan waktu hanya untuk bermain game saja.

    Begitu besar kontribusi Eyang Habibie dalam hal memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan hanya diakui di Indonesia melainkan diakui juga oleh para pemimpin dunia.

    Selamat jalan Eyang Habibie, pribadimu yang rendah hati, ambisimu akan teknologi akan selalu tertanam dalam hati kami.

    Baca juga : Kontool Jadi Viral, Ternyata Ada Nama Perusahaan Asing Lain yang Juga…

    — Dinda Luvita —

    Komentar
    Bottom Adv