Bergerak Menguat, IHSG Mantap Mendobrak Target

    bergerak picture

    DuniaFintech.com – Sempat melemah pada perdagangan Rabu pekan ini kini IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Bursa Efek Indonesia pada Kamis pagi (25/7/2019) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan saham.

    Baca juga : Volume Perdagangan Bitcoin di Venezuela Mencetak Rekor Baru!

    Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG menguat 7,40 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.392,74. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG masih bergerak menguat dengan naik 10,80 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.395,79.

    Per akhir sesi satu, IHSG menguat 0,24% ke level 6.400,58. IHSG semakin mantap untuk memutus rentetan koreksi selama tiga hari beruntun. Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan, Pergerakan IHSG masih menunjukkan pola konsolidasi wajar sembari menanti momen kenaikan lanjutan dengan target mendobrak level tertinggi sepanjang masanya kembali.

    Baca juga : Bancassurance Syariah, Produk Asuransi Dan Investasi Berbasis Syariah

    Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendorong IHSG bergerak menguat di antaranya: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (+0,95%), PT Metropolitan Kentjana Tbk/MKPI (+19,8%), PT Astra International Tbk/ASII (+0,7%), PT Indosat Tbk/ISAT (+12,09%), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk/ICBP (+2,36%).

    IHSG berhasil mengekor kinerja dari mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,36%, indeks Shanghai bertambah 0,29%, indeks Hang Seng bergerak menguat 0,28%, dan indeks Straits Times terapresiasi 0,29%.

    Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham pertania bergerak menguat dan memimpin dengan naik 0,56 persen. Kemudian disusul sektor saham keuangan yang naik 0,35 persen dan sektor saham pertambangan naik 0,34 persen.

    Saham-saham yang bergerak menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain MKPI melonjak 19,97 persen ke level Rp 17.875 per saham, KPAL mendaki 16,5 persen ke level Rp 600 per saham dan BELL naik 12,07 persen ke angka Rp 650 per saham.

    Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham SKYB turun 7,27 persen ke posisi Rp 204 per saham, saham POLU merosot 6,09 persen ke posisi Rp 1.850 per saham dan saham MDIA turun 4,05 persen ke posisi Rp 142 per saham.

    Baca juga : Stablecoin Rupiah (IDK) Segera Hadir di Tokenomy!

     

    Komentar