Bermuda Kembali Promosikan Regulasi Kripto dan Blockchain di Negaranya

    Bermuda picture

    DuniaFintech.com – Perdana Menteri Bermuda, Edward David Burt mengklaim bahwa dompet kripto digital QuadrigaCX tidak akan pernah kehilangan cold wallet pribadinya dan menghadapi kerugian finansial yang sangat besar jika mereka memilih untuk berbasis di Bermuda, karena aturan lokal untuk mengamankan kunci pribadi.

    Baca juga: Fintech DanaKini, Kini Cicilan Semakin Mudah

    Bermuda Tidak Sama dengan Kanada

    Dalam sebuah wawancara di Fortune, “Balancing the Ledger”, Burt secara langsung menyebutkan kasus QuadrigaCX yang terkenal menggemparkan. QuadrigaCX sendiri merupakan platform pertukaran kripto aset terbesar di Kanada dalam volume perdagangan. Beberapa waktu yang lalu perusahaan ini menjadi berita utama setelah kematian mendadak pendiri dan CEO-nya, Gerald Cotton.

    Kematian sang CEO ini menjadi masalah besar karena ternyata dia adalah satu-satunya orang yang bisa mengendalikan semua kunci pribad ke penyimpanan cold wallet QuadrigaCX yang digunakan untuk menyimpan semua dana. Akibatnya, pertukaran itu harus mengaku telah kehilangan akses ke aset digital mereka yang jumlahnya mencapai $145 juta.

    Sejak saat itu, pihak berwenang masih berusaha memulihkan uang sementara milik lebih dari 115.000 klien QuadrigaCX. Aturan kripto bahwa “jika kunci bulan milik Anda, maka koin juga bukan milik Anda” membuat proses ini menjadi semakin sulit.

    Ini dimanfaatkan dengan baik Perdana Menteri Bermuda dengan menekankan bahwa semua akan berakhir berbeda jika sejak awal QuadrigaCX melakukan bisnisnya di Bermuda. Di negara tersebut, aturan kripto dibuat dengan sangat bijaksana.

    “Jika QuadrigaCX dilisensikan di bawah Otoritas Moneter Bermuda, apa yang menimpa QuadrigaCX tidak akan terjadi. Ini karena kamu memiliki regulasi mengenai penyimpanan kunci master dengan memastikan kunci itu tidak hanya dipegang oleh satu individu saja,” ungkap Burt.

    Baca juga: Perkembangan Bitcoin dan Blockchain di Tanjung Verde

    Aturan yang dibicarakan Burt adalah Digital Asset Business Act Bermuda tahun 2018. Peraturan ini mulai berlaku musim panas lalu sebagai bagian dari upaya negara untuk mengembangkan kerangka kerja legislatif yang jelas untuk bisnis yang terkait dengan Blockchain dan kripto.

    Berbicara tentang Undang-Undang, Perdana Menteri berkomentar, “Pada dasarnya hukum ini  menyatakan apa yang harus Anda lakukan dengan kunci utama, bagaimana hal-hal itu harus ditangani, dan memastikan bahwa mereka tidak dapat hilang. Jika mereka hilang, ada cara untuk pemulihan yang bisa dilakukan.”

    Bermuda dengan Segala Keramahan Regulasinya

    Negara pulau ini secara luas dikenal sebagai negara Blockchain dan negara yang ramah terhadap kripto. Dulunya Bermuda juga populer di antara perusahaan karena tarif pajak yang rendah. Mereka bahkan telah menerapkan peraturan tentang Penawaran Koin Awal (Initial Coin Offerings/ICO).

    Tahun lalu Bermuda membuat upaya pengaturan tambahan untuk mendorong teknologi baru. Ini mengadopsi Undang-Undang Bisnis Aset Digital yang disebutkan di atas yang bertujuan untuk menarik lebih banyak bisnis fintech ke negara itu dan memberi mereka layanan perbankan yang tepat. Burt juga menandatangani nota kesepahaman dengan Binance, salah satu pertukaran cryptocurrency terkemuka dunia.

    -Dita Safitri-

     

    Komentar