Perkembangan Bitcoin dan Blockchain di Republik Togo

    Republik Togo picture

    DuniaFintech.com – Republik Togo atau yang lebih dikenal dengan nama singkat Togo merupakan sebuah negara yang berada di Afrika Barat. Wilayahnya meluas ke selatan Teluk Guinea dan berbatasan dengan Burkina Faso di utara, Benin di timur serta Ghana di sebelah barat.

    Togo memiliki populasi lebih dari 8,91 juta jiwa dengan luas wilayah 57.000 kilometer persegi. Perekonomian Togo kecil dan tergantung pada pertanian subsisten dan komersial. Saat panen normal, kebutuhan pangan nasional tercukupi meski sesekali terjadi kesulitan pasokan. Dulunya negara ini terkenal dengan industri posfatnya, tapi karena persaingan asing dan jatuhnya harga posfat dunia, Togo kini lebih mengandalkan ekspor semen dank linker ke negara-negara terdekat.

    Baca juga: Perlukah Teknologi Blockchain Diregulasi?

    Bitcoin di Togo

    Seperti kebanyakan negara-negara di Afrika, Bitcoin di Togo masih belum diregulasi dengan resmi. Masyarakat bebas melakukan trading tanpa terikat undang-undang khusus yang berlaku kecuali peraturan keuangan yang bersifat umum.

    Secara legal, masyarakat bisa memanfaatkan platform pertukaran global yang beroperasi di Togo untuk melakukan trading Bitcoin. Platform tersebut antara lain adalah Paxful.com, Spectrocoin.com, Localbitcoins.com dan Coindirect.com.

    Blockchain di Togo

    Afrika pada dasarnya menyediakan peluang yang sangat besar bagi berkembangnya teknologi Blockchain dan kripto aset. Hal inilah yang kemudian membawa Binance bertemu dengan Presiden Togo, April 2018 lalu.

    Binance sendiri merupakan perusahaan pertukaran kripto aset yang beroperasi secara intrnasional. Dilihat dari volume trading, Binance termasuk  perusahaan pertukaran terbesar di dunia. Sebelumnya, Binance memang telah berulangkali menunjukkan ketertarikannya kepada pasar Afrika, salah satunya lewat kicauan Changpeng Zhao, sang CEO terkait keingingannya mendukung transformasi ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi anak muda dengan menggunakan Blockchain.

    Baca juga: Analisis Harga Awal April Bitcoin, Ethereum, dan Crypto Lainnya

    Pertemuan Zhao dengan Faure Gnassingbé, Presiden Togo ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membicarakan proyek-proyek Binance di Togo. Lewat kerja sama yang ditanda tangani Zhou dan Perdana Menteri Togo, Binance berencana membawa Republik Togo memasuki revolusi industri 4.0 dengan mengadakan program pelatihan bagi anak muda usia produktif di negara tersebut. Tujuannya tentu saja untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan menarik investor datang ke Togo.

    Bagaimana perkembangan dari kerjasama Binance dengan pemerintahan Togo hingga saat ini, kita mungkin masih perlu menunggu lagi berita selanjutnya.

    picture: pixabay.com

    -Dita Safitri-

     

    Komentar