EKSPLORASI BLOCKCHAIN DI SINGAPURA MASIH BANYAK TANTANGAN

    Blockchain di Singapura picture

    DuniaFintech.com – De/Centralize 2018, Singapura (5-6/04/2018), dikupas tuntas masalah yang memengaruhi industri Blockchain di Singapura, seperti permodalan yang tinggi dan bagaimana membangun komunitas.

    Sejak kemunculan teknologi Blokchain, sejumlah modal telah mengalir ke startup industri Blockchain, dan perkembangan Initial Coin Offerings (ICO) terbilang pesat. Kendati belakangan ini pro dan kontra terjadi dalam dunia cryptocurrency, seperti dalam legalitas dan masa depan aset digital, namun kiprah teknologi Blockchain yang menjadi tulang punggung mata uang virtual tetap dipandang sebagai teknologi yang layak diperhitungkan.

    Dalam sebuah panel diskusi Blockchain di Singapura (5/4/2018), yang dimoderatori oleh Mohan Belani, Co-founder dan CEO e27, para pemangku kepentingan dan ahli blockchain membahas masalah yang masih dihadapi oleh ekosistem Singapura dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya. Para ahli tersebut adalah:

    1. Pavel Bains, CEO, Bluzelle,
    2. Chng Kai Cheng, Co-Founder dan CEO, DigixGlobal,
    3. Amrit Kumar, Kepala Penelitian, Zilliqa,
    4. Dipesh Sukhani, Co Founder, Indorse,
    5. Stefano Virgilli, Chief Strategy Officer, INVICTUS Group.

    Pembahasan umum terkait teknologi Blockchain yang masih baru dan banyak orang di industri teknologi, serta orang-orang di luar itu, masih belum jelas mengetahui tentang kegunaan dan keandalannya.

    Kumar menyatakan bahwa ketika startupnya Zillliqa, sebuah platform Blockchain publik yang dirancang untuk skala ke ribuan transaksi per detik, ia memulainya di Singapura dengan tim yang seidkit dan semuanya dilakukan di rumah, mulai dari pengembangan produk, perancangan, dan pemasaran. Ia hanya punya sedikit sumber daya sehingga dukungan ekstra dari komunitas sangat penting untuk mendapatkan koneksi lebih banyak.

    Sekarang ini ada blockchain dan cryptocurrency yang sehat. Tapi satu aspek yang masih hilang adalah komunitas yang berfokus pada pengembang yang kuat,” ucapnya.

    Sementara menurut Bains, komunitas Blockchain di Singapura dapat berbuat lebih banyak untuk membuat orang bersemangat bekerja di proyek Blockchain. Namun, faktanya, pengembang Blockchain di Singapura sangat kurang sehingga lebih banyak investor ketimbang pengembang.

    Bahkan di antara pengembang Blockchain seperti ada jarak. Menurut Kumar, meskipun ada beberapa proyek blockchain yang sedang dikerjakan di universitas publik seperti National University of Singapore (NUS), mereka tetap terisolasi dari Blockchain umum dan ekosistem teknologi.

    Perkembangan Kerjasama dengan Venture Capital

    Chng menyebutkan terdapat pendana cryptocurrency seperti Kenetic Capital yang membantu startup untuk melakukan ICO. Chng DigixGlobal, sebuah platform berbasis Ethereum dan Bluzelle startup, platform database terdesentralisasi, keduanya mampu menjalin kemitraan dengan VC Global Brain Jepang.

    Namun, pertanyaannya adalah: Bagaimana VC dapat menambah nilai bagi startup Blockchain di luar dukungan finansial? Global Brain mengambil pendekatan hibrida untuk DigixGlobal. Chng mengatakan VC memberi perusahaan kebebasan untuk membuat tokennya sendiri. Salah satunya adalah token DGX – yang akan rilis Minggu ini.

    Baca juga

    Sebagai perusahaan Jepang, Global Brain juga memiliki koneksi ke MNC Jepang besar seperti Sony. Untuk perusahaan teknologi mendalam seperti Bluzelle, dengan memiliki mitra investor berpengalaman dengan koneksi yang kuat sangat membantu menambah kredibilitas terhadap mereknya. Yang perlu iperhatikan adalah kesadaran dan edukasi yang lebih besar tentang Blockchain.

    Pentingnya Regulasi

    Peran pemerintah diperlukan untuk mengatur ekosistem yang tidak sampai menghambat pengembangan Blockchain. Pada tahap ini, pemerintah Singapura masih berhati-hati dalam mengatur cryptocurrency. 

    Chng mengatakan bahwa ia berharap pemerintah Singapura akan mengadopsi pendekatan bottom-up dan menyamakan kedudukan untuk semua perusahaan Blockchain.

    Pemerintah Singapura juga perlu memastikan bahwa perusahaan Blockchain yang melakukan ICO di negara mereka benar-benar berkontribusi pada ekosistem Blockchain dan menjalankan operasi mereka di sini.

    Ekosistem Blockchain berkembang pesat dan selama selama setiap pemangku kepentingan di industri dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini, komunitas Bockchain akan tumbuh lebih kuat.

    Written by: Sintha Rosse

    Komentar