Strategi Kirim Uang Pakai Blockchain Biaya Lebih Murah dan Mengurangi Kegiatan Ilegal

    Mengurangi Kegiatan Ilegal picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Baru-baru ini dilaporkan bahwa mengirim uang ke ke Myanmar bisa lebih murah dan mengurangi kegiatan ilegal dengan menggunakan Blockchain.

    Gubernur bank sentral di Thailand dan Myanmar baru saja memberikan ijin kepada KTB Shewbank, proyek pengiriman uang yang menggunakan blockchain untuk membantu mengurangi biaya bagi warga Myanmaria di Thailand yang ingin mengirim uang untuk keluarga mereka.

    Didukung oleh Everex, sebuah perusahaan blockchain yang berbasis di Singapura, proyek Krungthai Bank dan Shwe Bank Remittance adalah layanan bersama yang memungkinkan pelanggan untuk mentransfer uang melalui smartphone, yang diharapkan dapat menciptakan platform yang dapat diandalkan dengan nilai tukar kompetitif.

    Baca juga

    Tujuan dari proyek blockchain ini adalah untuk memecahkan masalah utama dalam transfer lintas batas untuk pelanggan.

    Ada lebih dari 3 juta pekerja migran Myanmar yang tinggal dan bekerja di Thailand, dan mungkin kesulitan mengirim uang untuk keluarga mereka. Biaya pengiriman uang yang tinggi dan jam perbankan yang terbatas mendorong para migran untuk menggunakan saluran informal untuk mengirimkan uang.

    Dengan proyek pengiriman uang, blockchain Ethereum menciptakan jembatan antara Bank Krungthai, bank Shwe dan antara pekerja migran dengan keluarga mereka. Ini akan memungkinkan pekerja migran Myanmar mengirimkan uang mereka menggunakan platform pengiriman uang digital Everex.

    Blockchain memungkinkan proses yang lebih murah dan lebih cepat berkat otomatisasi transaksi lintas batas dari smartphone pengirim. Blockchain juga akan memungkinkan pengirim mengawasi uang mereka melalui dompet Everex. Transaksi digital akan lebih cepat daripada uang tunai.

    Saat ini, Everex sedang melakukan fokus-kelompok dan sedang mengerjakan uji coba dengan bank dan komunitas Myanmar di Thailand untuk mengimplementasikan layanan tersebut.

    Sebelumnya, pada  Mei 2017, dikabarkan pula bahwa produsen mobil Jerman, Porsche, ingin mengeksplorasi teknologi Blockhain dengan mengadakan kompetisi untuk startup yang berpusat pada bidang pengembangan teknologi Blockchain. Toyota Research Institute, sebuah unit yang dimiliki sepenuhnya oleh Toyota Motor Amerika Utara, mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan laboratorium MIT Media dan lima perusahaan lainnya untuk mengeksplorasi teknologi blockchain dalam rangka melakukan pengembangan mobil tanpa sopir.

    picture: pixabay.com

    -Sintha Rosse-

    Komentar
    Bottom Adv