Blockchain untuk Iklim Trading Forex yang Lebih Sehat

    Trading Forex picture

    DuniaFintech.com – Blockchain, teknologi yang mendasari Bitcoin ini memang sedang naik daun belakangan. Berbagai sektor industri berlomba-lomba mengadopsinya untuk menciptakan iklim yang lebih transparan dan aman tak terkecuali untuk trading forex.

    Beberapa waktu ke belakang, para trader trading forex Indonesia meminta agar tingkat transparansi dalam trading lebh transparan. Ini disebabkan adanya larangan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terhadap 72 situs broker forex yang tidak berlisensi.

    Baca juga: Cara Lindungi Hutan Indonesia di Era Digital

    Untuk menjawab permintaan para trader, Global Investa Capital (GIC) menawarkan penggunaan platform berbasis Blockchain dengan aktivitas trading tanpa swap, tanpa komisi, dan spread yang rendah.

    GIC merasa bahwa teknologi Blockchain akan membawa era baru  dalam industri pasar forex berjangka sama seperti dengan adanya internet, para trader dapat melakukan trading secara langsung dan instan melalui ponsel mereka.

    “Dengan adanya transparansi yang lebih baik, mayoritas komunitas forex dan Blockchain percaya bahwa masalah-masalah seperti slippage, fees transaksi, dan spread yang besar dapat disingkirkan untuk membuat platform trading yang adil dan terpercaya bagi para trader,” ungkap CEO Global Investa Capital,  Peter Tandean.

    Selain transparansi, kata dia di pasar forex berjangka, trader tidak pernah sekalipun mendapatkan kesempatan untuk memilih berganti peran menjadi marketmaker. Dengan menggunakan Blockchain, platform GIC menjadi sebuah terobosan baru dalam  industri karena trader dapat dengan mudah berubah menjadi broker atau trader kembali.

    Baca juga: Konferensi Tahunan ke-2 Bisnis Block Hedge 2019

    Broker forex berjangka yang sudah terdaftar di Indonesia memproduksi hampir setengah miliar dolar AS volume trading per bulannya, jumlah ini akan terus bertumbuh secara konsisten dari tahun ke tahun.

    Karena alasan ini jugalah, Tim GIC yang berbasis di Singapura akan memulai menargetkan pasar-pasar besar di Asia Tenggara sebagai langkah awal, dan mereka memutuskan memulainya dari pasar forex Indonesia.

    Written by: Dita Safitri

    Komentar