BNP Paribas dan Barclays Dukung Proyek Blockchain Rantai Pasokan

    BNP Paribas dan Barclays picture

    DuniaFintech.com – Blockchain yang lagi ramai tidak hanya di negeri sendiri, dan di luar negeri juga sudah terlihat gaungnya. Bank-bank besar seperti BNP Paribas dan Barclays bersama-sama memulai sebuah proyek dengan skala besar, di mana proyek tersebut akan menilai potensi teknologi Blockchain guna melacak rantai pasokan terhadap pembiayaan sumber yang berkelanjutan, selasa (13/12).

    Perusahaan yang Terlibat Proyek Selain BNP Paribas dan Barclays

    Dilansir dari website fintech, ada 10 entitas perusahaan yang menyokong proyek tersebut, terdiri dari 3 bank, 3 perusahaan-perusahaan besar dan 4 startup fintech. Proyek ini berusaha menilai pengaruh rantai pasokan pada lingkungan dan menemukan solusi optimal untuk mencapai keberlanjutan di masa depan.

    Dimulai pada Januari 2018 dan berlanjut terus sepanjang tahun. Perusahaan seperti Unilever, Sappi dan Sainsbury’s Barclays, BNP Paribas, dan Standard Chartered akan melaksanakan tiga project berbasis Blockchain. Perusahaan akan beroperasi dengan sistem Blockchain yang disupport oleh Provenance dan Halotrade. Kedua perusahaan startup tersebut berfokus untuk menawarkan solusi Blockchain pada rantai pasokan.

    Pembiayaan perdagangan ada sebagai bahan bakar dalam sistem, guna benar-benar mengubah roda, insentif pemasok dan pembeli bekerja dengan cara yang lebih etis dengan memberikan lebih banyak akses langsung untuk menurunkan biaya pembiayaan.” ujar Halotrade founder dan Shona Tatchell.

    Baca juga

    Proyek ini dimulai dan dipromosikan oleh University of Cambridge Institute guna keberlanjutan kepemimpinan (CISL), yang mengungkapkan rincian lebih lanjut pada acara planet summit yang diselenggarakan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron. Acara tersebut akan berlangsung dua tahun setelah perjanjian iklim Paris.

    Sejauh ini, proyek ini sudah mengumpulkan dana lebih dari $800.000 dalam pendanaan publik maupun swasta. Hal ini juga didukung dari Departemen Inggris untuk pembangunan internasional (DFID).

    Tes percontohan pertama akan mengeksplorasi bagaimana Blockchain dapat digunakan untuk memantau teh yang diproduksi di Malawi dan dijual untuk Sainsbury’s dan Unilever, bahan kemasan teh diproduksi oleh Sappi.

    Proyek berikutnya akan berfokus pada bahan-bahan pertanian lainnya. Dua eksperimen dilakukan kemudian pada tahun 2018 dan akan melibatkan komoditi dari Afrika. Selain startup fintech yang disebutkan di atas, Landmapp dan Focafet Yayasan juga akan berpartisipasi dalam proyek. Mereka akan menawarkan dokumentasi hak tanah dan data open source.

    Marguerite Burghardt, sebagai PIC pusat kompetensi BNP Paribas Trade Finance, berkomentar, teknologi ini memiliki potensi yang sebenarnya membantu bank guna mengakses informasi yang lebih rinci dan lebih dapat diandalkan tentang dampak sosial dan lingkungan dalam cara yang aman untuk seluruh seluruh rantai pasokan.

    Ini akan memungkinkan lembaga keuangan untuk memperluas cakupan menawarkan pembiayaan mereka dan mengusulkan insentif keuangan kepada klien mereka, berdasarkan standar sosial dan lingkungan mereka,” tambahnya.

    Untuk diketahui, BNP Paribas dalam menjelajah dunia Blockchain ini tidak sepenuhnya baru. Dilaporkan bahwa BNP Paribas Securities Services dan Tata Consultancy Services sudah bermitra untuk menciptakan sebuah platform Blockchain untuk corporate Action.

    -Romy Syawal-

    Komentar