Sepak Terjang Chris Larsen dari Silicon Valley Hingga Ripple

    chris larsen picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Bagi Anda yang menggeluti dunia kripto aset, nama Chris Larsen mungkin hanya populer dikenal sebagai salah satu co-founder sekaligus mantan CEO Ripple. Namun karir pria 59 tahun ini ternyata sangat panjang. Dengan pengalaman di berbagai bidang, tidak heran dia berhasil mencapai berbagai posisi dengan total kekayaan yang fantastis.

    Di dunia bisnis, Chris Larsen dikenal sebagai seorang eksekutif, angel investor dan operator kawakan di Silicon Valley. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Larsen sempat bekerja di perusahaan energi Amerika Serikat, Chevron. Di sinilah dia melanglang buana ke banyak negara mulai dari Brazil, Ekuador hingga Indonesia untuk memeriksa kondisi keuangan masing-masing cabang.

    Baca juga: Gubernur Bank Sentral EMEAP Sepakati Penguatan Koordinasi Kebijakan

    Pada awal tahun 1990-an, Chris Larsen bekerja di perusahaan mortgage lender di Palo Alto, California. Pengalaman buruknya ditipu ketika membeli rumah kemudian membuat Larsen mencetuskan ide E-loan. Hanya beberapa tahun setelahnya, E-loan berhasil mencapai nilai pasar sebesar $1 miliar. Larsen kemudian meninggalkan E-loan dan menjual perusahaan tersebut kepada Banco Popular.

    Tahun 2012, Mendirikan Ripple

    Pada tahun 2012, Chris Larsen bersama rekannya Jed McCaleb mendirikan Ripple Labs, Inc, sebuah perusahaan teknologi berbasis di San Fransisco yang mengembangkan protokol pembayaran Ripple dan jaringan pertukaran. Awalnya bernama Opencoin dan berganti nama menjadi Ripple Labs pada 2015.

    Sama seperti Bitcoin, Ripple juga tidak serta merta naik ke puncak klasemen kripto aset di awal peluncurannya. Ada jalan panjang yang ditempuh perusahaan ini sebelum menjadi salah satu dari kripto aset paling potensial dan berharga saat ini.

    Baca juga: Respons BI Terhadap Meningkatnya Digitalisasi

    Kejayaan Ripple-lah yang kemudian membawa nama Chris Larsen berada di depan para pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin dalam daftar Forbes 400. Ini terjadi ketika Ripple mengalami lonjakan harga pada Desember 2017 lalu. Ripple yang tadinya hanya bernilai $0,25 melesat hingga $3,16 pada Februari 2018. Faktor inilah yang membuat market value Ripple naik hingga mencapai $3,84. Dalam waktu semalam, Larsen menjadi perbincangan dunia karena berhasil menjadi miliarder berkat kripto aset miliknya. Larsen juga sempat melampaui posisi founder Facebook, Mark Zuckerberg dari segi kekayaan dengan perkiraan nilai aset mencapai $59 juta.

    -Dita Safitri-

    Komentar
    Bottom Adv