Cyprus Krisis, Bitcoin Mulai Masuk Indonesia

    Inline Adv

    Mata uang digital Bitcoin mulai masuk ke Indonesia sejak terjadinya krisis Cyprus pada Januari hingga April 2013. Chief Executive Officer Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan saat terjadi krisis Cyprus, warga negara itu tidak lagi percaya mata uang negaranya sendiri. Sehingga mereka membeli Bitcoin. Mereka takut akan terjadi kondisi seperti di Zimbabwe dimana mata uang sudah tidak bernilai sama sekali.

    “Kami berterimakasih dengan terjadinya krisis Cyprus. Karena itu kan yang mendongkrak harga Bitcoin,” ujarnya ketika berkunjung ke kantor Tempo, beberapa waktu lalu. (Baca juga : AS Dakwa Pemilik Silk Road dengan Banyak Pasal)

    Oscar menjelaskan mata uang Bitcoin sendiri berasal dari usulan hacker dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Sampai saat ini belum jelas identitas mengenai Satoshi Nakamoto. Namun menurut spekulasi para pengguna Bitcoin, kata Oscar, Satoshi Nakamoto merupakan suatu kelompok. Sebab, akun tersebut selalu menggunakan dialek yang berganti-ganti dalam mailing list-nya. Satoshi Nakamoto mengusulkan adanya mata uang yang tidak terikat dengan bank central pada 2009.

    Bitcoin pertama kali diluncurkan pada 2009 hingga awal 2013 beredar sebanyak 50 BTC (BTC=satuan Bitcoin) per 10 menit. Namun saat ini hanya beredar 25 BTC per 10 menit. Hal ini karena seiring berjalannya waktu, semakin bertambah juga pengguna Bitcoin. (Lihat juga : Ditangkap, Petinggi Bitcoin Didakwa Pencucian Uang)

    Bitcoin Indonesia pertama kali membeli Bitcoin pada Juli 2012. Saat itu Bitcoin dibanderol hanya seharga US$6 sampai US$10 per 1 Bitcoin. Kemudian sejak terjadi krisis Cyprus, harga per 1 Bitcoin melonjak dari US$10 hingga US$40 bahkan sampai seminggu berikutnya total kenaikan mencapai US$200.

    Pada akhir November 2013 lalu kenaikan nilai Bitcoin meroket hingga 10.000 persen. Mata uang onlineitu dibanderol seharga Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per 1 BTC. Total penjualan Bitcoin di seluruh dunia mencapai Rp 70 triliun per Desember 2013. Nilai Bitcoin sangat fluktuatif karena pada dasarnya Bicoin menggunakan konsep penawaran dan permintaan. (Berita terkait : BI: Penggunaan Bitcoin Melanggar Undang-undang)

    Bitcoin ditransaksikan dalam bentuk digital dan tidak pernah ada dalam bentuk fisik. Gambar Bitcoin berbentuk koin yang beredar di internet hanyalah fantasi dari para pengguna Bitcoin. Cara jual beli bitcoin hanya dengan mengirimkan antar wallet (dompet) digital sesuai jumlah yang diinginkan melalui exchanger Bitcoin.

    Sumber: Tempo

    Komentar
    Bottom Adv