Digibank by DBS Semakin Perkaya Fitur Perbankan Digital

    Perbankan Digital picture

    DuniaFintech.com – Berkomitmen mewujudkan intelligent way of Banking, digibank by DBS Indonesia memperkaya fiturnya dan bertransformasi menjadi solusi perbankan digital lengkap dan terpadu yang mudah, praktis dan tanpa hambatan.

    Kini nasabah dapat mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Instan hingga Rp30 juta dengan proses persetujuan kurang dari satu menit. Nasabah juga dapat mengembangkan investasi dengan membuat Surat Berharga Negara (e SBN) mulai dari Rp1 juta nupiah hanya melalui aplikasi, kapan saja dan dimana saja. Melengkapi fitur-fitur yang sudah ada, digibank Transfer Valas juga  memungkinkan nasabah untuk melakukan transfer valuta asing bebas biaya ke lebih dari 20 negara dan tujuh mata uang dengan FX Juara, real-time, dan tentunya akses 24/7 tanpa perlu ke cabang.

    Data dari World 2017 menyebutkan 30% masyarakat Indonesia masih belum memiliki produk perbankan dan sebagaimana tertera di dalam data tersebeut, salah satu alasannya adalah dirasanya terlalu banyak dokumen yang dibutuhkan untuk memperoleh suatu produk perbankan. Berdasarkan hal tersebut, digibank by DBS hadir untuk memberikan solusi perbankan digital lengkap yang revolusioner “branchless – signature less – paper less” tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian.

    Baca

    “Sesuai dengan misi bank DBS Live More Bank Less, transformasi digital merupakan salah satu fokus utama kami. Komitmen untuk menghadirkan solusi perbankan digital yang lengkap, mudah, praktis dan tanpa hambatan. Dengan perbankan digital yang handal, masyarakat Indonesia dapat fokus terhadap hal yang dirasa penting tanpa dirumitkan dengan urusan perbankan”, ungkap Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum.

    Baca

    Salah satu layanan dasar perbankan adalah pinjaman dana tunai dan berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terjadi kenaikan secara signifikan atas pengajuan pinjaman secara online untuk mendapatkan dana tunai sejak tahun 2016 hingga 2017 sebesar 7x lipat. Fakta tersebut semakin memantapkan langkah digibank by DBS untuk menghadirkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Instan.

    Selain penambahan fitur KTA Instan, saat ini nasabah digibank by DBS dapat berinvestasi secara mudah dan cepat melalui fitur pembelian Surat Berharga Negara (e-SBN). Fitur ini memberikan kesempatan bagi nasabah yang ingin mengembangkan investasi.

    “Selain deposito, kini nasabah memiliki alternatif pembelian e-SBN sebagai produk pengembangan dana, dan keduanya dapat dilakukan di satu aplikasi, kapan saja, di mana saja, tanpa harus datang ke bank. Melalui fitur e-SBN ini nasabah secara tidak langsung turut mendukung program pemerataan pembangunan Indonesia oleh pemerintah yang memperoleh dana dari hasil penjualan SBN,” ujar Senior Vice President, digibank partnership & distribution, PT Bank DBS Indonesia, Neni Veronica.

    Lebih jauh lagi digibank by DBS juga menghadirkan fitur Transfer Valas yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transfer valas bebas biaya ke lebih dari 20 negara dengan tujuh mata uang asing (USD, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD GBP) dengan FX juara, kirim dan terima di hari yang sama, serta akses 24/7 tanpa perlu ke cabang.

    “Bank Indonesia mencatat bahwa  jumlah remitansi non tunai pada tahun 2018 telah mencapai 62%. Akan tetapi, pembayaran tersebut tidak menggunakan rekening pribadi, melainkan transaksi yang dititipkan melalui pihak ketiga. Berangkay dari hal ini, kami memberikan akses terhadap masyarakat Indonesia untuk dapat lebih mudah dan melakukan transaksi perbankan dengan mata uang asing ke luar negeri tanpa harus memikirkan biaya tambahan saat bertransaksi dan lamanya proses transfer valas tersebut,” tambah Neni Veronica.

    “Fitur e-SBN dan Transfer Valas kami kembangkan berdasarkan hasil studi dan memasukan nasabah, khususnua segmen affluent. Dimana segmen affluent Indonesia menginginkan perangkat digital canggih untuk membantu pengelolaan portofokio keuangan. Berdasarkan data, keinginan segmen affluent Indonesia ini lebih tinggi dibandingkan segmen serupa di negara lainnya di Asia Pasifik”, tutup Wawan Salum.

    Baca

      picture: pixabay.com

    Komentar