Direktur Pelaksana IMF: Fintech Berpotensi Mendisrupsi Sistem Keuangan

    Direktur Pelaksana picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Dalam acara seminar G-20 tentang inovasi keuangan yang bertajuk “Masa Depan Kita di Era Digital” di Fukuoka, Jepang yang dilaksanakan pada hari sabtu 8 Juni 2019 kemarin, Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde, memperingatkan bahwa meningkatnya kehadiran raksasa teknologi yang menggunakan data besar dan kecerdasan buatan dapat menyebabkan gangguan signifikan pada sistem keuangan dunia. Pernyataan ini di ungkapkan dalam sajian berita bisnis Reuters.

    Pesatnya perkembangan Financial Technology (Fintech) telah meningkatkan akses ke sistem pembayaran dan penyelesaian murah untuk rumah tangga berpendapatan rendah di negara-negara berkembang di mana jaringan perbankan tradisional masih langka atau sulit diakses.

    Tapi hal tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatnya dominasi perusahaan teknologi besar dalam pembayaran mobile, yang dapat memaksa pembuat kebijakan global untuk memikirkan kembali cara mereka mengatur sistem perbankan dan memastikan penyelesaian keuangan dilaksanakan dengan aman.

    Baca

    Dalam simposiumnya di tengah-tengah acara, Lagarde pun mengatakan:

    “Gangguan signifikan terhadap lanskap keuangan kemungkinan akan datang dari perusahaan teknologi besar, yang akan menggunakan basis pelanggan yang sangat besar dan kantong yang dalam untuk menawarkan produk keuangan berdasarkan data besar dan kecerdasan buatan (AI).”

    Lagarde juga menyampaikan, sementara inovasi semacam itu (Fintech) dapat membantu memodernisasi pasar keuangan, mereka dapat membuat sistem keuangan rentan seperti dengan menempatkan sistem pembayaran dan penyelesaian di bawah kendali segelintir raksasa teknologi.

    Baca

    Direktur Pelaksana IMF itu pun menambahkan:

    “Ini (Fintech) menghadirkan tantangan sistemik yang unik untuk stabilitas dan efisiensi keuangan, dan saya harap kita dapat menyentuhnya selama G20, dan membahasnya secara kooperatif dan konsisten.”

    Lagarde mengatakan bahwa Cina telah menyajikan contoh pertukaran antara manfaat dan tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi keuangan. Ia pun berpendapat:

    “Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan teknologi di Cina telah sangat sukses dan memungkinkan jutaan pendatang baru untuk mendapatkan manfaat dari akses ke produk keuangan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi. Tapi itu juga menyebabkan dua perusahaan mengendalikan lebih dari 90% pasar dari pembayaran mobile.”

    Selain membahas mengenai Fintech, Lagarde juga membahas tentang perekonomian global, dimana seperti yang sudah tercantum dalam informasi yang banyak beredar, perseteruan antara Amerika Serikat dan Cina yang kita sebut dengan Perang Dagang (Trade War), telah membuat gejolak besar dan menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku pasar di seluruh dunia.

    Sekedar informasi, mengatasi pro dan kontra dari inovasi di industri keuangan adalah salah satu topik perdebatan pada pertemuan yang berlangsung selama dua hari dari para menteri keuangan Kelompok 20 (G20) dan kepala bank sentral yang dimulai pada hari Sabtu kemarin.

    Baca

    Image by Nattanan Kanchanaprat from Pixabay

    -Syofri Ardiyanto-

    Komentar
    Bottom Adv