DISEBUT AKAN INTEGRASIKAN CRYPTOCURRENCY, SAHAM LINE MEROKET

    DuniaFintech.com – Aplikasi chatting LINE, baru-baru ini disebut akan mengintegrasikan cryptocurrency ke dalam layanan mereka. Perusahaan yang berbasis di Jepang ini dikabarkan tengah berdiskusi dengan beberapa perusahaan termasuk platform pertukaran Bitcoin Upbit, asal Korea Selatan.

    Langkah berani LINE ini dilakukan untuk menciptakan rasa ketergantungan kepada para pemakainya dan bertahan lebih lama menggunakan aplikasi mereka. Jika kelak langkah ini berjalan mulus, para pengguna bisa menggunakan LINE Pay untuk berbagai keperluan pembayaran.

    Baca juga: duniafintech.com/artawana-sediakan-marketplace-p2p-lending/

    Berita yang Membawa Kenaikan Saham

    Seperti langkah yang sudah dilakukan beberapa perusahaan sebelumnya, apa yang dilakukan LINE ini benar-benar menarik perhatian publik. Terbukti dengan meningkatnya saham yang mereka miliki.

    Saham Line melonjak 10 persen sebelumnya pada hari Selasa, dan memecahkan rekor di Tokyo, karena spekulasi bahwa pihaknya ingin mengikat bursa dengan pertukaran Bitcoin Korea Selatan Upbit. Perwakilan untuk LINE menolak berkomentar mengenai aliansi potensial dengan Upbit. Penerimaan penyimpanan Amerika melonjak 7,9 persen menjadi $ 47,24 pada pukul 9:48 pagi di New York.

    Baca juga: duniafintech.com/peluang-jual-beli-bitcoin-di-indonesia-semakin-terbuka/

    LINE, dengan nilai pasar ¥ 1,2 triliun ($ 10,6 miliar), bergabung dengan daftar bisnis yang berkembang yang ingin memanfaatkan teknologi dan hype seputar Bitcoin dan kripto yang lainnya. Dengan mengintegrasikan layanan uang digital lebih dalam dengan aplikasinya, perusahaan ini berusaha menangkis tantangan dari pesaing yang lebih besar seperti Facebook Inc. dan Snap Inc.

    LINE, yang dikenal dengan stiker imut dan ekspresif yang bisa dikirimkan ke antar pengguna, telah mengalihkan bisnisnya ke iklan dalam beberapa tahun terakhir, mengalahkan perkiraan analis pada kuartal terakhir. Perusahaan ini memiliki 168 juta pengguna aktif bulanan di pasar utamanya di Jepang, Taiwan, Thailand dan Indonesia. Selain messaging, ia menawarkan layanan mulai dari pengiriman makanan hingga pencarian pekerjaan dan streaming video online.

    Baca juga: duniafintech.com/wow-modalku-raih-pendanaan-umkm-hingga-rp-1-triliun/

    Source: japantimes.co.jp, techinasia.com

    Written by: Dita Safitri

    Komentar