Seberapa Jauh Ekspansi Fintech Indonesia ke Luar Negeri?

    Ekspansi Fintech picture

    DuniaFintech.com – Perluasan pasar memang kerap dilakukan oleh perusahaan apa pun, tidak terkecuali startup atau perusahaan rintisan. Jika sebelumnya kita sudah menyaksikan ekspansi fintech Go-Jek ke Singapura, Vietnam dan Thailand, sebentar lagi perusahaan-perusahaan fintech lokal konon akan melakukan langkah serupa.

    Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI, Tumbur Pardede menyebut bahwa banyak perusahaan fintech asal Indonesia yang sudah siap melakukan ekspansi ke negara-negara lain di Asia Tenggara. Alasan memilih Asia Tenggara sebagai target awal adalah karena kesamaan karakteristik pasar baik secara budaya maupun perilaku dengan Indonesia.

    Baca juga: Microsoft Umumkan Rilis Aplikasi Blockchain Manager Baru

    Langkah ini tentu dianggap layak mengingat semakin banyaknya entitas teknologi finansial yang terdata di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Namun untuk sementara, langkah ini mungkin hanya bisa ditempuh oleh perusahaan-perusahaan fintech tertentu saja, yakni yang sudah memiliki investor global untuk mendukung perkembangan bisnis mereka.

    Tumbur juga melanjutkan bahwa meskipun ekspansi fintech ke luar negeri mulai diincar, pasar lokal tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

    “Mereka tetap melakukan perluasan pasar di dalam negeri dengan mendirikan kantor cabang dan perwakilan di berbagai kota dan provinsi di tanah air,” ungkapnya.

    Baca

    Perusahaan-perusahaan Fintech yang Siap Merambah Pasar Asia Tenggara

    Salah satu perusahaan fintech yang sedang menuju ke tahap ini adalah Investree. Perusahaan ini konon akan memulai ekspansinya pada tahun depan.

    Adrian Gunadi ,Chief Executive Officer (CEO) dan Co-Founder Investree menyebut bahwa langkah awal yang ingin mereka lakukan adalah dengan menyediakan produk keuangan berupa pembiayaan produktif seperti yang mereka tawarkan di Indonesia.

    Selain mendaftarkan diri di Thailand, Investree konon sedang mempelajari pasar Filipina.

    “Mudah-mudahan finalisasinya bisa selesai tahun ini dan kami bisa meluncurkannya tahun depan,” imbuh Adrian Gunadi.

    BACA

    Baca juga: Potensi Bullish Kembali Dibentuk Setelah Meningkatnya Gairah Pasar di Minggu Ini

    Di lain sisi Ada Kredit Pintar yang juga berencana melakukan perluasan jangkauan layanan tahun ini. Boan Sianipar, Vice Presiden Kredit Pintar menyebut bahwa Asia Tenggara ada dalam target mereka. Dia juga menyebut bahwa sebenarnya pasar Asia Tenggara berbeda-beda. Sejauh ini Filipina dan Vietnam dianggap memiliki peluang besar untuk menjadi target pasar karena kebutuhan akan akses keuangan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat tergolong tinggi.

    Selain Investree dan Kredit Pintar, Kredivo juga disebut-sebut sedang menyusun rencana untuk menggarap pasar Asia Tenggara. Semoga ekspansi fintech ini juga bisa mendukung industri fintech di dalam negeri.

    Baca

    picture: pixabay.com

    -Dita Safitri-

     

    Komentar