FINTECH BAKAL JADI IDAMAN INVESTOR

    DuniaFintech.com – Perkembangan dunia fintech di Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu negara Asia Tenggara dengan pertumbuhan fintech yang cukup pesat selain negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand.

    Seperti diketahui saat ini sudah banyak sekali startup fintech yang hadir di Indonesia untuk memberikan berbagai fasilitas layanan pembayaran dan juga membantu masyarakat Indonesia dalam hal mendanai suatu bisnis usaha. Sebut saja layanan fintech seperti Peer to Peer Lending, Payment Gateway, Remittance, E-money, digital currency (Bitcoin, Litecoin, Etherium), dll.

    Fintech Indonesia Mulai Dilirik oleh Kalangan Investor

    Hal ini bisa menjadi bukti, bahwa perkembangan fintech di Indonesia memang kian hari kian diminati saja oleh pihak investor. Hal tersebut bukan tanpa alasan dikarenakan layanan fintech bisa dijadikan sebuah alternatif bisnis dimana fintech mampu menyasar segmen pasar bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan perbankan di Indonesia. Dimana hanya sekitar 36 persen orang dewasa saja di Indonesia yang memiliki akun bank. Tentu hal ini bisa menjadi sebuah keuntungan bagi pihak investor yang nantinya berminat berinvestasi dalam bidang fintech di Indonesia.

    Fintech Bakal Jadi Idaman Investor

     

    DuniaFintech.com – Perkembangan dunia fintech di Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu negara Asia Tenggara dengan pertumbuhan fintech yang cukup pesat selain negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand.

    Seperti diketahui saat ini sudah banyak sekali startup fintech yang hadir di Indonesia untuk memberikan berbagai fasilitas layanan pembayaran dan juga membantu masyarakat Indonesia dalam hal mendanai suatu bisnis usaha. Sebut saja layanan fintech seperti Peer to Peer Lending, Payment Gateway, Remittance, E-money, digital currency (Bitcoin, Litecoin, Etherium), dll.

    Fintech Indonesia Mulai Dilirik oleh Kalangan Investor

    Hal ini bisa menjadi bukti, bahwa perkembangan fintech di Indonesia memang kian hari kian diminati saja oleh pihak investor. Hal tersebut bukan tanpa alasan dikarenakan layanan fintech bisa dijadikan sebuah alternatif bisnis dimana fintech mampu menyasar segmen pasar bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan perbankan di Indonesia. Dimana hanya sekitar 36 persen orang dewasa saja di Indonesia yang memiliki akun bank. Tentu hal ini bisa menjadi sebuah keuntungan bagi pihak investor yang nantinya berminat berinvestasi dalam bidang fintech di Indonesia.

    Indonesia Diprediksi Bisa Menjadi Pusat Kekuatan Fintech di Asia

    Bahkan berdasarkan data dari ASEAN Banks pada Maret 2017, bahwa nilai transaksi fintech di Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara yakni mencapai $15 miliar.

    Apalagi negara Indonesia merupakan negara yang berkembang di kawasan Asia Tenggara yang kebanyakan masyarakatnya masih banyak yang belum memiliki akun bank, sehingga hal ini menjadi ladang bisnis tersendiri dan juga pasar potensial bagi pihak investor yang ingin mengelontorkan dananya ke sektor fintech Indonesia.

    Alhasil, dengan semakin berkembangnya fintech di Indonesia tentu saja secara tidak langsung juga akan membangkitkan ekonomi nasional seperti banyak bermunculan UKM baru yang bisa mendapatkan dana dari layanan fintech “Peer to peer Lending” dan juga CrowdFunding.

    Inilah alasan yang kuat mengapa fintech diyakini bakal mulai dilirik oleh banyak kalangan investor baik itu dalam negeri maupun mancanegara. Apabila kita melihat tren penggunaan produk fintech setiap tahunya yang cenderung mengalami peningkatan yang signifikan.

    Jadi, tidak salah jika investasi di bidang fintech bisa menjadi produk investasi yang sangat menjanjikan, apalagi Indonesia digadang-gadang akan menjadi pusat kekuatan fintech yang baru di kawasan Asia.

    Indonesia Diprediksi Bisa Menjadi Pusat Kekuatan Fintech di Asia

    Bahkan berdasarkan data dari ASEAN Banks pada Maret 2017, bahwa nilai transaksi fintech di Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara yakni mencapai $ 15 miliar.

    Apalagi negara Indonesia merupakan negara yang berkembang di kawasan Asia Tenggara yang kebanyakan masyarakatnya masih banyak yang belum memiliki akun bank, sehingga hal ini menjadi ladang bisnis tersendiri dan juga pasar potensial bagi pihak investor yang ingin mengelontorkan dananya ke sektor fintech Indonesia.

    Alhasil, dengan semakin berkembangnya fintech di Indonesia tentu saja secara tidak langsung juga akan membangkitkan ekonomi nasional seperti banyak bermunculan UKM baru yang bisa mendapatkan dana dari layanan fintech “Peer to peer Lending” dan juga CrowdFunding.

    Inilah alasan yang kuat mengapa fintech diyakini bakal mulai dilirik oleh banyak kalangan investor baik itu dalam negeri maupun mancanegara. Apabila kita melihat tren penggunaan produk fintech setiap tahunya yang cenderung mengalami peningkatan yang signifikan.

    Jadi, tidak salah jika investasi di bidang fintech bisa menjadi produk investasi yang sangat menjanjikan, apalagi Indonesia digadang-gadang akan menjadi pusat kekuatan fintech yang baru di kawasan Asia.

    Written by: Febrian Surya

     

     

    Komentar