Jarang Terdengar, Begini Perkembangan Fintech di Brunei Darussalam

    Brunei Darussalam picture

    DuniaFintech.com – Di Asia Tenggara, Singapura masih merajai puncak sebagai negara dengan perkembangan fintech paling pesat. Secara global, Singapura bahkan berhadapan langsung dengan dua raksasa yang tidak bisa dibilang main-main: Australia dan Hongkong untuk menjadi hub fintech dunia. Lantas bagaimana dengan Brunei Darussalam yang kiprahnya masih jarang didengar?

    Dibandingkan negara-negara lain, Brunei Darussalam bisa dibilang terlambat melangkah ke ranah teknologi finansial. Kantor fintech pertama di negara ini diluncurkan pada tahun 2017, jauh setelah negara-negara ASEAN lain mendahuluinya. Karena perkembangannya yang lambat, ekosistem di negara tersebut masih tertinggal.

    Baca juga: Lindungi Hutan Indonesia Lewat CrowdFunding, Saatnya Ikut Gerakan Rawat Bumi

    Berdasarkan data tahun 2017, diperkirakan dari jumlah fintech accelerator, inkubator dan inovasi, Brunei hanya berada satu peringkat dari Myanmar dan Laos yang menempati rangking bontot. Bagaimana peluang perkembangan teknologi finansial di negara yang terkenal kaya minyak itu sejauh ini?

    Brunei Darussalam Punya Alasan Besar untuk Mengembangkan Fintech

    Karena ketergantungan pada minyak bumi yang besar, pemerintah sedang berencana untuk menguranginya. Pengembangan fintech adalah salah satu opsi yang tengah dipelajari oleh Brunei. Pada bulan Maret 2017, Autoriti Monetari Brunei Darussalam (AMBD) berkomitmen untuk pengembangan fintech. Pihak berwenang melihat fintech sebagai alat untuk membantu menstabilkan industri perbankan Brunei.

    Pemerintah memasukkan pengembangan fintech sebagai bagian dari Brunei Wawasan 2035. Sektor keuangan Brunei (FSBP) merilis cetak biru 2016-2025 awal tahun ini. FSBP ingin menciptakan sektor keuangan yang kompetitif dan berpikiran maju. Hal itu tidak dapat memenuhi tujuan itu tanpa adanya pembangunan dan pengembangan fintech. Jika Brunei ingin bersaing dengan negara-negara yang memanfaatkan fintech, mereka harus melakukannya dengan berinovasi. Caranya dengan mengembangkan ekosistem fintech itu sendiri.

    Baca juga: Perkembangan Bitcoin dan Blockchain di Republik Togo

    Brunei Darussalam Sudah Memiliki Perkembangan Fintech dan Masa Depannya Cukup Menjanjikan

    Brunei telah membuat kemajuan luar biasa termasuk kolaborasi dengan Korea Selatan. Kedua berhasil mengumpulkan dana US$ 30 juta. Mereka berencana untuk mendirikan pusat inovasi fintech. Sebagai imbalannya, perusahaan Korea Selatan memperoleh akses ke pasar Islam.

    Bank Islam terbesar di Brunei, BIBD, meluncurkan BIBD NEXGEN, konsep perbankan digitalnya. BIBD merespons peningkatan signifikan dalam penggunaan platform perbankan digital. Bank menyelaraskan proyek dengan Wawasan 2035. BIBD memanfaatkan teknologi modern untuk menciptakan BIBD NEXGEN.

    Brunei sedang mempersiapkan diri untuk masa depan yang stabil dengan langkah-langkah ini. Negara ini ingin melanjutkan dan membangun pekerjaannya dengan Korea Selatan. BIBD bermaksud untuk menargetkan orang-orang yang belum memiliki rekening bank dengan NEXGEN. Baru-baru ini, Brunei juga sudah menyiapkan kerja sama khusus terkait fintech dengan Singapura. Meski agak terlambat, sepertinya kita bisa menantikan saat di mana Brunei menjadi salah satu pemain fintech besar di dunia.

    picture: pixabay.com

    -Dita Safitri-

     

    Komentar