FINTECH INDONESIA, RILIS APLIKASI INVESTOR INDIVIDU UNTUK UKM

    DuniaFintech.com – Startup fintech  yang berbasis di Indonesia merilis aplikasi di perangkat seluler untuk menarik investor bisnis kecil.

    Mitrausaha Indonesia Group, yang mengoperasikan platform pinjaman peer-to-peer, telah meluncurkan aplikasi mobile bagi investor individual usaha kecil. Langkah ini membuka jalan untuk setiap orang yang mau berinvestasi melalui model crowdfunding.

    Aplikasi ini bergabung dengan penawaran Mitrausaha yang menawarkan Modalku. Untuk usaha kecil, suku bunga berkisar antara 12 sampai 26 persen. Bagi investor, Modalku menjanjikan return lebih tinggi dari pada deposito bank komersial dan produk investasi tetap. Perusahaan menggelar aplikasi mobile lainnya tahun ini, Modalku Dana Usaha, ditujukan untuk peminjam, namun kini aplikasinya yang terbaru ditujukan untuk investor individual yang berpartisipasi dalam crowdfunding.

    Modalku menawarkan solusi win-win bagi pelanggan, bagi pemberi pinjaman atau orang yang mencari produk investasi alternatif dan untuk pemilik usaha kecil,” kata Reynold Wijaya , selaku CEO. “Pelanggan Modalku bisa mendapatkan return yang menarik setiap bulan dengan risiko yang terkendali,” tambahnya. “Aplikasi kami menawarkan akses yang lebih baik ke pinjaman peer-to-peer bagi orang-orang yang mencari investasi alternatif di Indonesia.”

    Aplikasi ini menawarkan fitur, Automatic Funding, yang mengotomatisasi proses di mana investor dapat menemukan peminjam UKM yang sesuai dengan preferensi pemberi pinjaman. Investor bisa mulai melakukan investasi pada $ 75 namun harus memiliki $ 750 yang tersimpan di rekening mereka.

    Hendrikus Passagi, eksekutif riset senior di Financial Services Authority, memberikan dukungan untuk solusi baru ini.

    Kami menyambut baik peluncuran aplikasi mobile Modalku,” katanya. “Teknologi ini akan meningkatkan inklusi keuangan di negara ini. Ini juga akan mendukung pengembangan masyarakat tanpa uang. Fitur baru ini akan memperluas akses publik ke pinjaman peer-to-peer untuk UKM di Indonesia,” jelas Hendrikus.

    Source : pymnts.com

    Written by : Sintha Rosse

    Komentar