Fintech Skandinavia Kian Diperhitungkan Secara Global

    skandinavia picture

    Duniafintech.com – Negara Skandinavia yang meliputi wilayah Eropa Timur dan Atlantik Utara menjadi penyumbang tiga dari sepuluh kesepakatan global terbesar di teknologi keuangan pada paruh pertama tahun 2018 ini.

    Seperti pembelian Nets di Denmark yang menjadi kesepakatan terbesar nomor tiga secara global, dan transaksi iZettle dan Nordax Group di Swedia, masing-masing merupakan transaksi terbesar kelima dan kesepuluh dengan menyumbang transaksi sebesar $8 miliar di wilayah tersebut.

    Menurut KPMG secara keseluruhan pengeluaran global untuk fintech adalah $57,9 miliar dalam enam bulan pertama di tahun 2018, terdiri 875 transaksi.

    Di mana dari pengeluaran keseluruhan dan transaksi tersebut, wilayah eropa mendominasi dengan menyumbang $26 miliar dari 198 transaksi.

    Baca juga: FCA Ciptakan Aliansi Global Untuk Inovasi Fintech

    Transaksi yang terjadi di wilayah eropa lebih tinggi dibandingkan di wilayah Asia sebesar £16,8 miliar dan $14,2 miliar di Amerika Serikat.

    Tiga kesepakatan terbesar dalam fintech tersebut menjadI pertanda positif bagi iklim investasi fintech di negara-negara skandinavia.

    Dalam waktu dekat, wilayah Skandinavia telah mempersiapkan diri untuk investasi fintech, yang mana hal ini akan menguntungkan untuk sebuah ekosistem startup agar mendapatkan kemudahan dalam hal akses ke keterampilan IT, dan konsumen yang menggunakan layanan fintech bisa mengelolah keuangan mereka sendiri.

    Studi baru yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of San Francisco menemukan bahwa penggunaan uang tunai terus meningkat di semua ekonomi dunia selain Norwegia danSwedia.

    David Bannister, Analisis Ovum, mengatakan bahwa kawasan skandinavia selalu dianggap sebagai contoh untuk negara-negara lainnya untuk mengikuti teknologi keuangan karena ada kolaborasi yang serius antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan dan bisnis, dan sejarah inovasi teknis yang pernah dilakukan oleh Ericsson, Nokia, Skype, dan Spotify.

    Ia juga menambahkan bahwa infrastruktur pembayaran di wilayah skandinavian memiliki pembayaran nasional yang real-time di seluruh Eropa, sehingga pembangunan e-commerce dan mobile commerce menjadi titik fokus bagi generasi fintech selanjutnya, sama halnya yang diberlakukan di Inggris dan Singapura, serta wilayah lainnya.

    Baca juga: Regulasi Fintech di Tanah Air Masih Tertinggal?

    Terlepas dari Norwegia dan Swedia, jumlah mata uang yang beredar telah menurun di 40 negara lainnya, di mana hal tersebut menyesuaikan pertumbuhan PDB.

    Saat ini di seluruh wilayah Skandinavia, perusahaan ekuitas swasta tertarik untuk berinvestasi dalam pengembangan startup dan IT pada bidang A.I. dan keuangan digital.

    Seperti yang dilansir oleh Computer Weekly, Danske Bank mengakuisisi fintech Spiir, dan menjadikan Danske Bank sebagai pemegang saham di perusahaan fintech tersebut. Sejauh ini kesepakatan akuisisi tersebut merupakan pertama kali yang dilakukan oleh Danske Bank pada sebuah perusahaan fintech.

    Written by: Febrian Surya

    Komentar