Fintech Syariah ALAMI Kini Telah Resmi Terdaftar di OJK Loh!

    Fintech Syariah ALAMI picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Perusahaan financial technology (Fintech) secara Peer-to-Peer (P2P) berbasis syariah dengan model bisnis financial marketplace dan konsep pembiayaan syariah bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM), ALAMI, dibawah naungan PT Alami Fintek Sharia, kini telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin tersebut telah dikantongi fintech syariah ALAMI pada tanggal 30 April 2019 lalu.

    Chief Executive Office (CEO) ALAMI, Dima Djani, mengatakan:

    “Status terdaftar yang diperoleh perusahaan merupakan pijakan awal dalam memenuhi kualifikasi kelayakan sebagai penyelenggara Fintech di Indonesia. Kami mengutamakan kepatuhan terhadap regulator, juga menggaris bawahi nilai kemaslahatan bagi pihak-pihak yang terlibat sebagai amanat para stakeholders yang kami pegang teguh.”

    Baca

    Dima Djani pun mengatakan, berdasarkan data publikasi OJK, hingga April 2019, baru ada tiga perusahaan fintech pembiayaan berbasis syariah yang terdaftar dari total 106 perusahaan, dimana lebih dari 100 perusahaan lainnya melayani pembiayaan konvensional.

    Dalam keterangan resminya, fintech syariah ALAMI pun menyebutkan bahwa perusahaan menerapkan sistem credit scoring dalam menentukan keputusan pembiayaan bagi calon penerima pembiayaan (beneficiary), baik dari sisi kuantitatif, yaitu laporan keuangan dan rekening koran bisnis. Serta dari kualitatif, seperti kunjungan langsung ke tempat usaha untuk memastikan kredibilitas calon penerima pembiayaan.

    Selain itu, ALAMI juga menjalin kemitraan dengan bank syariah, yaitu Bank Permata Syariah, agar dana yang dihimpun dari para funder (orang yang berinvestasi melalui platform), dapat tersalurkan dengan transparan kepada para UKM, dan sebaliknya apabila calon penerima atau UKM telah memenuhi kewajiban pembayaran, dana akan disalurkan kepada funder melalui rekening penampung tersebut. Semuanya dijalankan dengan akad syariah sesuai fatwa nomor 117 dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

    Dima Djani menargetkan di tahun 2019 ini, ALAMI dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 80 miliar. Guna mencapai target tersebut, ALAMI akan berupaya meningkatkan layanan untuk mengoptimalkan user-interface (UI) dan user-experience (UX)  dari platform agar lebih mudah dan nyaman diakses (user-friendly) dengan mengatakan:

    “Salah satu strategi ALAMI untuk menarik perhatian masyarakat adalah dengan merancang tampilan website dengan navigasi yang user-friendly senyaman menggunakan sosial media.”

    Baca 

    Fintech syariah ALAMI juga akan berfokus pada edukasi target pasar melalui konten sosial media. ALAMI juga akan melakukan pemasaran secara offline, bekerja sama dengan komunitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) karena perusahaan fokus pada jenis pembiayaan produktif.

    Dalam memperoleh status terdaftar di OJK, ALAMI telah menjalani proses evaluasi menyeluruh yang merupakan mekanisme pengujian OJK. Mulai dari investigasi terhadap model bisnis, standar minimum teknologi informasi yang digunakan, hingga kesesuaian syariah dan tata kelola perusahaan.

    Oleh karena itu, Dima menegaskan, perusahaannya akan berkomitmen menerapkan prinsip syariah dalam menjalankan operasionalnya yaitu keadilan dan transparansi.

    Dan untuk membuktikan hal tersebut, ALAMI memberi keleluasaan bagi para investor untuk memilih UKM yang akan diberi pinjaman. Fintech pinjaman berbasis syariah ini pun akan menampilkan data-data hasil skoring UKM kepada investor. Lalu, sistem penagihannya akan dilakukan oleh tim internal atau in-house.

    Baca

    picture: pixabay.com

    -Syofri Ardiyanto-

    Komentar
    Bottom Adv