FORUM DISKUSI MENGENAI MASA DEPAN CRYPTOCURRENCY DI INDONESIA

    DuniaFintech.com – Seminar  yang mengusul tema “Masa Depan Cryptocurrency di Indonesia” merupakan  event bulanan yang diselenggarakan ID Insitute. ID Institute merupakan lembaga kajian yang terkait dengan internet dan secara rutin melakukan kajian fenomena yang sedang tren di internet. Dalam event ini, ID Institute mengajak masyarakat untuk mendiskusikan hal terkait cryptocurrency.

    Diskusi kali ini menghadirkan para pembicara yang sangat berperan besar terkait dengan tema yang di usul ID Institute, antara lain M. Salahuddien dan Alfons Tanujaya dari ID Institute, Aswin Tanzil dari Bitmastery.id , Oscar Darmawan dari Bitcoin Indonesia (Bitcoin.co.id) dan Jean-Daniel Gauthier dari Blockchain Zoo.

    Baca juga : duniafintech.com/fishackathon-inspirasi-penemuan-solusi-digital-dunia-perikanan/

    Dengan mengadakan diskusi, tiap bulannya ID Institute membahas tema-tema yang berbeda, khususnya tema-tema yang sedang disoroti masyarakat. Pada diskusi yang diselenggarakan di Ke:Kini Cikini, Senin (19/02/2018), Bitcoin yang disoroti masyarakat belakangan ini, menjadikan hal tersebut menarik untuk dibahas.

    “Kita melihat cryptocurrency ini potensinya tidak sekedar hanya sebatas Bitcoin bahkan bisa saja sebuah negara menciptakan cryptocurrency sendiri sehingga kita mau diskusi secara komprehensif mulai dari pelakunya sampai regulatornya,” ungkap Sigit Widodo selaku Ketua ID Institute

    Baca juga : duniafintech.com/forum-media-briefing-indonesia-dan-australia-bangun-smart-city-melalui-kolaborasi/

    Sigit pun menambahkan harapan ke depan mengenai diskusi kali ini terkait regulasi Bitcoin dengan kebijakan pemerintah mengenai Bitcoin itu sendiri. Rencana untuk diskusi selanjutnya, ID Institute mengusul tema mengenai App Store yang akan diselenggarakan di bulan April mendatang. Diakhir pernyataan, Sigit mengatakan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat kita pungkiri.

    Jangan sampai kita menjadi negara yang sangat tertutup terhadap perkembangan teknologi”, katanya.

    Aswin Tanzil selaku CEO Bitmastery.id yang hadir, dengan harapan Bitmastery.id dapat menjadi suatu wadah bagi masyarakat khususnya di Indonesia untuk belajar mengenai cryptocurrency, menyatakan pendapatnya mengenai diskusi kali ini

    Sangat bagus sekali ya untuk sosialisasi tentang Cryptocurrency karena ini salah satu bagian besar dalam fintech yang menurut saya bukan hanya Indonesia tapi global dan impact-nya sangat besar buat kita in the future. Harapan agar semua masyarakat bisa mengenal lebih tentang kemajuan fintech, especially dalam hal Cryptocurrency dan mulai bisa mempelajari kegunaan-kegunaannya,“ tambahnya.

    “Cryptocurrency dalam suatu bentuk atau bentuk lain, mau internal atau publik, itu suatu yang sangat didukung oleh Blockchain dan malah dibutuhkan. Karena pembayaran itu selain digunakan untuk pertukaran nilai (value) , juga bisa dipakai sebagai konfirmasi maupun pembukuan. Jika regulasinya dukung, buat ekosistem Blockchain itu lebih bagus secara teknis dan perkembangannya”, ungkap Daniel selaku Jean-Daniel Gauthier selaku Co-Founder Blockchain Zoo.

    Baca juga : duniafintech.com/seminar-mendapatkan-income-dari-dunia-online/

    Menurut Oscar Darmawan selaku Chief Executive Officer Bitcoin Indonesia (Bitcoin.co.id) mengatakan bahwa cryptocurrency ini mengubah bagaimana cara kerja teknologi sentralisasi menjadi desentralisasi. Berbagai macam strategi pun dirancang sehingga terjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah.

    Saat ini kita lagi membuat asosiasi Blockchain di Indonesia jadi asosiasi ini akan menangani semua industri yang bergerak di Blockchain, jadi bukan cuma perusahaan kami, dan kebetulan saya ditunjuk sebagai ketua umumnya jadi sebagai komunikasi dengan pemerintah”

    Seperti yang diungkapkan Oscar bahwa transaksi terbesar saat ini ada di Jepang , Korea Selatan dan Cina untuk semua keseluruhan digital aset, dengan kurang lebih 1 juta orang member. Oscar pun memberikan pernyataan mengenai pandangannya terkait regulasi.

    Ada baiknya kita belajar dulu, kita melihat dulu bagaimana, jangan sampai membuat regulasi cepat-cepat kemudian regulasinya beda sendiri dibandingkan negara lain. Saya kira tidak perlu buru-buru”.

    Written by : Dinda Luvita

    Komentar