Go-Digital dan Go-Ekspor UMKM Difasilitasi BI Dengan Shopee

    go-digital picture

    DuniaFintech.com – UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) kerap menjadi sorotan seraya pengembangan industri dan ekonomi. Begitu banyak upaya yang dilakukan, salah satunya dengan mendorong UMKM untuk masuk ke platform digital (Go-Digital) dan mengembangkan bisnis ke luar negeri (Go-Ekspor).

    Baca juga : Pembayaran Crypto Kini Masuk ke Terminal Penjualan Tradisional

    Upaya Go-Digital dan Go-Ekspor tersebut tampaknya telah dilakukan Bank Indonesia yang menjalin kerjasama dengan berbagai platform e-commerce, salah satunya Shopee. Adapun bentuk kerjasama ini mewadahi UMKM untuk memasarkan barang produksinya di platform e-commerce.

    Kerja sama dalam upaya Go-Digital dan Go-Ekspor ini dalam rangka memperluas akses pasar produk UMKM hingga menuju pasar ekspor. Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Budi Hanoto, mengatakan, dalam mengembangkan UMKM untuk Go-Digital dan Go-Ekspor, BI selalu menggunakan end to end process (dari hulu ke hilir) artinya tidak saja produksinya, manajemennya, tapi juga marketingnya.

    Budi Hanoto juga  mengungkapkan bahwa pihaknya selaku pembina UMKM tentunya ingin melihat produk UMKM bisa menyatu dengan market. Oleh karena itu mereka menggandeng Shopee untuk memasarkan produk UMKM yang sebetulnya ekspertise untuk didekatkan dengan konsumen

    Produk-produk yang akan masuk ke platform e-commerce ini tentu memiliki kriteria khusus, baik dari segi kualitas, motif, corak, bahkan cara mendisplay barang. Head of Government Relationship Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo menambahkan, jika kriteria yang ditetapkan sudah terpenuhi, produk UMKM itu akan dimasukkan dalam platform-nya. Radityo pun memastikan pihaknya akan membimbing UMKM ini tidak hanya Go Digital tapi juga memastikan agar bisa memiliki pesanan.

    Setiap minggunya pun Shopee akan melakukan pemantauan, di mana akan terlihat jumlah pesanan hariannya apakah naik atau turun. Masukkan ini akan dikembalikan lagi ke BI untuk diberi edukasi apabila turun. Sementara bagi yang maju, pihaknya akan mempersiapkan untuk naik kelas hingga ekspor.

    Akhir tahun ini Shopee mempunyai rencana ekspor ke Malaysia dan Singapura. Tentu ini menjadi peluang yang baik bagi UKM untuk memasarkan barangnya di platform digital. Terlebih saat ini biaya logistik Shopee sudah kompetitif dengab biaya logistik di Singapura. Nantinya, UMKM yang telah masuk platform digital akan terus dipantau setiap minggu untuk memastikan performanya bagus di semua kalangan.

    Sejauh ini, Shopee telah memasukkan 700 UKM binaan Bank Indonesia ke dalam platformnya selama 1 tahun belakangan. Selain itu, Shopee juga menjadi kerjasama dengan 17 kementrian dan lembaga (K/L) dengan total 40.000 UKM di dalam platform.

    Baca juga : Siemens Menggunakan Blockchain untuk Industri Transportasi

    Komentar