Hari Perempuan Internasional dalam Industri Fintech

    Hari Perempuan Internasional d

    DuniaFintech.com – Hari Perempuan Internasional memang sudah berlalu beberapa hari yang lalu, namun gemanya tidak boleh surut sepanjang tahun. Di berbagai belahan dunia, wanita memang acapkali dianggap makhluk kelas dua yang tidak layak disandingkan dengan para pria. Terlebih di dalam dunia kerja..

    Wanita yang susah naik pangkat, isu tentang gaji yang lebih kecil daripada karyawan pria adalah beberapa persoalan klasik yang hingga kini masih terdengar di mana-mana. Lantas, bagaimana dengan dalam industri fintech? Sudahkah wanita mendapatkan tempat yang sesuai dengan harapan? Adanya hari perempuan internasional, posisi perempuan seharusnya bisa berada pada posisi apa saja yang ia inginkan, termasuk dalam ranah fintech. Simak ulasanya berikut ini:  

    Baca juga: Perusahaan Fintech Jepang yang Raih Dana Tertinggi

    Perayaan Hari Perempuan Internasional Waktu Tepat Eksplor Diri dalam Industri Apa Saja, Termasuk Fintech

    1. Ada Kemajuan Pesat, Tapi Masih Banyak Sisi yang Perlu Diperbaiki

    Perayaan Hari Wanita Sedunia ini adalah waktu yang sangat tepat untuk merefleksikan kembali progress tentang kesetaraan gender di dalam berbagi industri, termasuk industri fintech. Banyaknya wanita dan pihak tertentu yang menyuarakan hal ini adalah bukti bahwa meskipun ada langkah maju, di beberapa sudut masih banyak yang harus dibenahi.

    IBS Intelligent sempat melakukan wawancara dengan wanita-wanita yang dianggap memiliki peran penting dalam industri teknologi finansial teknologi. Salah satunya adalah Premalatha Varadhan, Head of AI di Tremenos.

    Premalatha mengomentari pengalamannya sebagai wanita di level manajemen senior dalam sektor fintech yang didominasi pria. Dia menekankan peran kunci yang dapat dimainkan wanita dalam membentuk perusahaan teknologi, fintech, dan perangkat lunak.

    “Setelah menghabiskan dua dekade dalam industri perangkat lunak, saya belum melihat cukup banyak wanita yang bekerja di dunia teknologi, dan itu masih dirasakan sebagai sektor yang didominasi pria. Hingga taraf tertentu, geografi merupakan faktor. Menariknya, ini sama sekali bukan masalah di India karena cukup banyak wanita yang bekerja di bidang pengembangan kecerdasan buatan, teknologi dan perangkat lunak,” ungkapnya.

    Baca juga: 5 Pemain Top Crypto Berdasarkan Suvery Fidelity

    “Menurut saya, yang menjadi masalah bukanlah kesetaraan gaji. Perempuan harus memiliki peran besar dalam membentuk sebuah perusahaan fintech. Dan untuk mewujudkannya, wanita harus diberi kesempatan. Perusahaan-perusahaan harus secara sadar dan terbuka membuka bidang ini bagi perempuan,” sambung Premalatha.

    Andrea Dunlop, CEO Merchant Acquiring, Eropa di Paysafe Group mengatakan:

    “Saya sepenuh hati percaya pada manfaat keragaman dalam organisasi di semua tingkatan. Perempuan merupakan bagian besar dari angkatan kerja dan masuk akal untuk memiliki perwakilan perempuan yang adil di setiap tingkatan dalam suatu organisasi. Manfaat keanekaragaman adalah kemampuannya membawa sudut pandang yang berbeda, yang membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih seimbang.

    “Sangat menyenangkan ketika tahu ada rekan kerja sesama wanita di kantor kita, tapi tugas kita tidak berhenti di situ. Kita perlu memastikan bahwa kita mampu membela diri kita sendiri dan setiap wanita lain di organisasi kita untuk memastikan kita memiliki peluang yang sama dengan pria. Itu tidak mudah dan kita harus berani dan memimpin dengan semangat,” tutupnya.

    2. Kampanye #MeToo Menjadi Salah Satu Pendongkrak

    Beberapa waktu yang lalu, hashtag #MeToo ramai muncul di media sosial. Isinya tidak lain dan tidak bukan adalah berkenaan orang-orang yang mengalami penindasan secara seksual namun baru berani mengungkapkannya ke publik. Bisa ditebak, wanita adalah korban terbanyak dari persoalan ini.

    Claire Gates, CEO, Paysafe Pay Later mengatakan:

    “Keragaman gender terus mendominasi baik agenda berita bisnis maupun agenda politik Inggris, terutama karena kampanye #MeToo, dan itu hanya dapat membantu memastikan ada cukup banyak perwakilan wanita berbakat di dunia bisnis. Sangat positif bahwa sekarang ada hari yang merayakan keberhasilan wanita di seluruh dunia. Saya dilatih sebagai Insinyur Kimia dan ketika harga minyak turun beberapa tahun yang lalu, saya memiliki kesempatan untuk melakukan beberapa pekerjaan di sektor minyak dan gas, dan itu sangat menarik. Minyak dan gas memiliki dampak mendasar pada seluruh kehidupan kita, tetapi itu bukan bidang yang sering Anda dengar di sekolah dan anak perempuan sering tidak didorong untuk memulai karier di ruang ini. Melalui inisiatif seperti Hari Perempuan Internasional, saya berharap ini akan berubah.”

    Kita punya banyak wanita di dalam berbagai sektor industri. Namun sekali lagi, masih banyak profesi yang diidentikkan sebagai pekerjaan pria, padahal wanita juga punya kesempatan yang sama besar. Fintech adalah salah satunya. Dengan perayaan International Women’s Day tahun ini, mari bersama-sama berharap agar suatu saat kesetaraan yang didambakan kaum hawa benar-benar bisa terwujud.

     

    -Dita Safitri-

     

    Komentar