Perusahaan HighRadius Jadi Fintech Unicorn Pertama di 2020

    highradius

    DuniaFintech.com – Di awal tahun 2020 ini kabar gembira datang dari sektor fintech. HighRadius, perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak berkekuatan kecerdasan buatan untuk fintech mengumumkan bahwa mereka berhasil mengumpulkan $125 juga dalam sebuah pendanaan seri B yang dipimpin oleh ICONIQ Capital.

    Dibanding sektor lain, jumlah perusahaan unicorn di sektor fintech memang masih terbilang sedikit. Berdasarkan data per kuartal III tahun 2019 silam, perusahaan dengan nilai valuasi sebesar $1 miliar ini berjumlah 58 perusahaan. Amerika menjadi penyumbang terbanyak dengan 36 startup sementara Eropa menyumbang 10, Asia 10 dan Australia 2 perusahaan.

    Baca juga:

    Tanpa menyebutkan secara lebih spesifik, CEO HighRadius, Sashi Narahari menyebut bahwa raihan dana ini menambah value perusahaan menjadi lebih dari $1 miliar. Artinya, HighRadius kini menjajaki langkah baru sebagai perusahaan fintech yang berstatus unicorn. HighRadius juga mencatatkan diri sebagai perusahaan fintech yang meraih status tersebut di awal tahun 2020 ini.

    Para investor sebelumnya yakni Susquehanna Growth Equity dan Citi Ventures juga berpartisipasi dalam babak baru pendanaan ini. Dengan putaran terakhir ini, dana HighRadius yang diketahui (total ekuitas dan modal swasta) yang berbasis di Houston naik menjadi $ 175 juta. Ini sebelumnya mengumpulkan Seri A $ 60 juta selama akhir 2017 dan awal 2018.

    Perusahaan yang memproduksi perangkat lunak sebagai perusahaan layanan (SaaS), yang berkantor pusat di Hyderabad dan Houston, adalah startup India ke-25 yang menjadi unicorn. Didirikan bersama pada tahun 2006 oleh pengusaha asal India Sashi Narahari, perusahaan ini tetap melakukan bootstrap hingga putaran pendanaan pertamanya pada tahun 2017.

    Hingga saat ini, perusahaan telah mengumpulkan $ 175 juta dalam tiga putaran, termasuk $ 50 juta yang diperolehnya pada bulan September 2017.

    HighRadius memungkinkan bisnis untuk mengotomatisasi fungsi back-office utama seperti piutang dagang dan manajemen keuangan. Mereka menggunakan platform AI untuk mengotomatisasi tugas-tugas keuangan rutin dan untuk memprediksi tanggal pembayaran faktur. Kliennya termasuk perusahaan-perusahaan top seperti Adidas, Cargill, Danone, Walmart, Johnson & Johnson dan Starbucks.

    -Dita Safitri-

    Komentar