HIPMI BERIKAN DUKUNGAN AGAR PENDANAAN UNTUK STARTUP MUDAH

    DuniaFintech.com – Startup menjadi perbincangan menarik di mana saja. Kemudahan yang ditawarkan dengan akses kapanpun dan berbasis digital inilah membuat dilirik banyak pihak, salah satunya adalah HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Bahasan utama yang diungkapkan oleh HIPMI yakni mengeluarkan rancangan kerjanya mengenai masalah pendanaan startup digital.

    Kami segera mencari solusi agar bisnis model baru berbasis TI mudah mendapatkan financing dari bank. Ini salah satu masalah, sekaligus salah program yang ingin segera kami tuntaskan dalam kepengurusan baru,” ujar Afifuddin Suhaeli Kalla, Ketua Umum BPD Hipmi Jaya (Jakarta Raya).

    Hal tersebut menjadi wacana HIPMI agar bisa mempermudah startup memperoleh pendanaan entah itu dari bank atau lembaga non bank. Selain itu, anggota dari HIPMI terdapat pula merupakan perusahaan startup. Namun sayangnya, untuk memperoleh pinjaman tidaklah mudah, karena ada pertimbangan perbankan mengenai aset yang dijadikan jaminan.

    Kami segera mencari solusi agar bisnis model baru berbasis TI mudah mendapatkan financing dari bank. Ini salah satu masalah, sekaligus salah program yang ingin segera kami tuntaskan dalam kepengurusan baru,” ungkapnya.

    Oleh sebab itu, HIPMI membuat program kerja untuk periode 2017 hingga 2020 seperti menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi untuk menelurkan pengusaha muda dan juga untuk mahasiswa berprestasi tersedia adanya program bidik misi. Program lainnya yaitu bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta sebagai mitra kerja, kerja sama dengan Dinas UMKM.

    Dalam waktu dekat Hipmi Jaya berkolaborasi dengan Pemprov DKI pada Trade Expo yang akan digelar di ICE BSD pada Oktober,” terang Afifuddin.

    Selain itu tetdapat pula program kerja dari HIPMI meluncurkan aplikasi yang diberi nama Jaya Connection.

    Aplikasi tersebut juga menyediakan fasilitas chatting, sehingga kalau ada anggota yang memiliki proyek serta ingin berbagi dengan anggota lainnya dapat dilempar ke dalam forum,” lanjutnya.

    Adanya kemudahan pendanaan untuk startup bisa memacu agar target 1000 startup nasional bisa diraih, karena kemantapan bisnis yang sedang dijalankan.

    Startup biasa disebut untuk para pemula bisnis khususnya di bidang digital dan industri kreatif. Saat ini di Indonesia memang sedang bertumbuhan banyak startup di bidang digital. Ada 3 sektor utama yang menjadi lirikan startup, yaitu e commerce, financial technology (fintech), dan travel,” kata Achmad, Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Barat. “Momentumnya sedang dimulai saat ini dan para pelaku startup yang bisa merebut pasar dan konsumen di tahap awal emerging market ini berpotensi bertahan dan menjadi pemain leader di bidangnya,” ujarnya.

    Source :

    • antaranews.com
    • tribunnews.com
    • bisnis.com

    Written by Fenni Wardhiati

    Komentar