HTC Berencana Meluncurkan Smartphone Gen 2 Blockchain pada 2019

    Smartphone Gen 2 Blockchain picture

    DuniaFintech.com – Raksasa elektronik konsumen Taiwan HTC dikabarkan akan meluncurkan model generasi kedua smartphone blockchain atau Smartphone Gen 2 Blockchain sebelum akhir 2019. Sebagaimana dilaporkan dari Digitimes, 29 April.

    Menurut kepala petugas desentralisasi HTC, Phil Chen, pengembangan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan penjualan ponsel cerdas dan memperluas ekosistem blockchain perusahaan.

    Seperti yang dilaporkan sebelumnya, HTC pertama kali meluncurkan rencana dalam proyek smartphone blockchain, yang dijuluki “Exodus,” pada 2018, dan meluncurkan produk itu pada akhir tahun 2018.

    Baca juga

    Chen mengungkapkan bahwa kinerja penjualan untuk ponsel Exodus generasi pertama telah memenuhi harapan perusahaan, mencatat bahwa selain pengguna bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH), startup perdagangan crypto baru telah mendorong permintaan untuk produk tersebut secara signifikan.

    Model generasi Smartphone Gen 2 Blockchain, dilaporkan akan memperluas aplikasi blockchain ke berbagai bidang seperti browsing, olah pesan dan media sosial. Begitu juga dengan generasi pertama. Ini akan menjadi tambahan untuk mendukung telepon yang ada platform cryptocurrency dan manajemen transaksi, di samping e-wallet yang dipersonalisasi.

    Aplikasi-aplikasi blockchain komunikasi baru ini akan didasarkan pada koneksi peer-to-peer. Chen menyebut keberhasilan besar aplikasi konsumen terpusat seperti aplikasi layanan taksi Uber dan situs pemesanan akomodasi Airbnb sebagai pengaturan untuk sektor yang muncul dari blockchain dan teknologi terdesentralisasi.

    Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Phil Chen baru-baru ini memimpin dana modal ventura baru yang berfokus pada blockchain senilai $ 50 juta, di Proof of Capital. Dana ini memiliki kemitraan dengan HTC untuk memungkinkan perusahaan mengembangkan layanan atau produk Exodus dan calon inisiatif blockchain HTC lainnya secara langsung.

    Baca juga

    Di Indonesia sendiri, teknologi blockchain sebenarnya juga sudah diaplikasikan di luar aset kripto. Dalam dunia perbankan misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menerapkan blockchain secara internal untuk mempercepat transaksi pembayaran dan mengurangi kompleksnya transaksi pada back office.

    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga sudah ada yang melirik blockchain, yakni PT Pos Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang logistik ini mengembangkan Digiro.in, sebuah layanan giro yang mengadopsi teknologi blockchain.

    Selain dalam bidang-bidang yang sudah disebutkan di atas, teknologi blockchain juga telah diterapkan di bidang perpajakan. Di Indonesia, blockchain telah diaplikasikan oleh penyedia jasa aplikasi perpajakan bernama OnlinePajak. Melalui penerapan blockchain OnlinePajak, pihak-pihak yang terlibat akan memiliki catatan setiap transaksi pembayaran pajak serta mampu saling mengecek keberlangsungan pembayaran pajak. Tak hanya itu, data wajib pajak pun semakin dijamin keamanannya.

    Baca juga

    Implementasi blockchain oleh OnlinePajak diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pembayar pajak baru, baik pelaku usaha over the top maupun UKM.

    picture: pixabay.com

    Komentar