Inovasi IBM Gemparkan Industri Gadget

    inovasi ibm picture

    DuniaFintech.com – Inovasi gadget kian hari semakin unik. Salah satunya inovasi IBM yang dikabarkan baru mendapatkan paten untuk smartwatch yang bisa berubah menjadi ponsel dan tablet.

    Baca juga : Italia, Swedia, dan Republik Ceko Pimpin Kemitraan Blockchain Eropa

    Paten IBM tersebut pertama kali diungkap oleh media Belanda LetsGoDigital, yang juga melengkapinya dengan sejumlah render atau ilustrasi wujud jam tangan pintar bisa bertransformasi bentuk dengan bantuan layarnya yang fleksibel.

    Berdasarkan paten itu, inovasi IBM ini berupa perangkat elektronik dirancang untuk beroperasi dalam satu atau lebih konfigurasi tampilan, dengan ukuran layar yang bervariasi.

    Menurut laporan Phone Arena yang dikutip pada Selasa (9/7/2019), paten tersebut memiliki label “Ukuran display variabel untuk layar perangkat elektronik” yang diajukan IBM pada 2016 dan disahkan oleh USPTO (United States Patent and Trademark Office) pada 11 Juni 2019.

    Dalam mode default, perangkat dari inovasi IBM ini akan berfungsi sebagai smartwatch dengan casing yang sangat tebal. Casing ini memiliki layar sekunder yang disatukan secara berlapis di balik layar utama. Tampilan sekundernya kemudian bisa dibentangkan dan diposisikan berdekatan dengan tampilan utama.

    Paten itu juga menjelaskan setiap layar memiliki ukuran 3×2 inci. Saat pengguna memilih konfigurasi kedua, maka layarnya akan menjadi 6×4 inci, yang artinya tiga layar ditambahkan dalam konfigurasi kedua.

    Di balik desain dari inovasi IBM yang tampak sederhana itu ada tujuh lapis layar tambahan yang berada di bawah layar utama. Layar-layar ini bisa dikeluarkan satu per satu secara independen. Di bagian inilah smartwatch itu jadi menarik.

    Ketika empat panel dari inovasi IBM dibuka, perangkat beralih dari mode jam tangan pintar ke mode telepon pintar dengan perubahan UI yang disesuaikan. Ikon lebih besar dan gambar yang lebih besar dapat dilihat.

    Dalam mode ini, empat panel dari inovasi IBM yang tersisa tetap ditumpuk dan disimpan. Saat empat panel terakhir dibuka dan kedelapan digunakan, perangkat beralih ke mode tablet dan membutuhkan kedua tangan untuk mengoperasikan. Jahitan pada layar bisa dikatakan minimal. Perangkat akan memiliki setidaknya satu speaker dan berfungsi dengan mouse opsional serta keyboard fisik.

    Baca juga : PT Pandi Indonesia Pialang Asuransi Kini Telah Memiliki Izin dari OJK

     

    Komentar