Berbasis SAAS, Jari Ciptakan Kemudahan Penagihan

    penagihan

    DuniaFintech.com – Penagihan terkadang sulit dilakukan. Oleh karena itu kehadiran berupa tools atau software diharapkan dapat membantu proses penagihan sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

    Baca juga

    Di sinilah startup JARI datang membantu pengguna untuk mengatasi hal di atas. JARI merupakan perusahaan teknologi berbasis android dan web dengan teknologi Cloud. Dengan konsentrasi pada solusi mobile pekerja lapangan, JARI menggunakan best practices sebagai landasan dalam merancang fungsional produk.

    Didirikan pada tahun 2016 oleh Stephanus Lutfi selaku CEO JARI. Startup yang berkantor di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan ini berada di bawah naungan PT Jari Solusi International. Produk yang ditawarkan dari JARI yaitu :

    -Jari Mobile Collection.

    Produk tersebut berguna untuk melakukan task penagihan. Di sana akan dilengkapi dengan Task Management, Live Tracking, Online Payment, Integration Portable Bluetooth Printer, dan Informative Dashboard.

    -Jari Mobile Surveillance

    Pengguna dapat memanfaatkannya guna melakukan pencarian kendaraan berdasarkan nomor kendaraan. Tak lupa di sini dilengkapi dengan GPS Tracking dan Email Notification.

    -Jari Mobile Quest

    Kegunaan dari aplikasi ini ialah dapat melihat produktifitas pekerja lapangan yang sudah dilengkapi live tracking dan dashboard yang informative.

    -Jari Mobile Survey

    Pengguna dapat memanfaatkannya untuk mempermudah dan lebih efisien dalam melakukan survey di lapangan.

    Seluruh produk yang kami siapkan secara end-to-end mendukung multifinance untuk proses penagihan. Sesuai dengan visi kami menjadi mobile solution provider untuk industri perusahaan pembiayaan di Indonesia,” kata Stephanus Lutfi.

    Kolektor yang melakukan tugasnya akan dilengkapi dengan MPOS Cashlez, sehingga memudahkan pembayaran dan bukti cetak akan langsung diterima.

    Tadinya seluruh proses pembayaran pakai kuitansi manual, ini berpotensi terjadinya fraud dan tidak paperless bagi perusahaan. Kolektor dapat secara online melaporkan seluruh kegiatannya di lapangan. Data pun sudah terintegrasi cloud di kantor pusat, sehingga mereka tidak perlu khawatir meski tidak mendapat jaringan di daerahnya.” Jelas Stephanus.

    Source : jari.co.id

    Written by : Fenni Wardhiati

    Komentar