Kontool Jadi Viral, Ternyata Ada Nama Perusahaan Asing Lain yang Juga Menggelitik

    kontool picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Belum lama ini jagat dunia maya telah digemparkan dengan nama salah satu startup asal Jerman, Kontool. Seperti namanya, Kontool merupakan gabungan dari dua kata yakni account (dalam bahasa Jerman: konto) dan tool, platform ini bekerja sebagai membantu perusahaan untuk melakukan transformasi digital khususnya dalam bidang manajemen keuangan perusahaan.

    Baca juga : Kuliah Aset Kripto Kini Ada Di Indonesia?

    Ternyata tidak hanya Kontool, beberapa nama perusahaan asing ini juga tak kalah viralnya. Salah satunya Sangean Electronics, perusahaan elektronik asal Taiwan ini telah berdiri sejak tahun 1947. Perusahaan ini memiliki produk untuk radio internet, radio work site, radio shower hingga radio genggam dan portabel. Sangean pun telah meraih penghargaan Golden Pin Design Awards dan Taiwan Symbol of Excellence.

    Selain Kontool dan Sangean, nama perusahaan lain yang juga menyita perhatian warganet datang dari dunia teknologi khususnya semikonduktor, yaitu SemPac. Sempac adalah perusahaan privat yang ada di Pacific Northwest atau Silicon Forest. SemPac merupakan pemain lama dibidang semikonduktor. Perusahaan asal California ini memproduksi packaging yang berbahan dasar keramik. SemPac memberikan dukungan dalam pengembangan dalam aplikasi Avionik, RF Frekuensi Tinggi, Optoelektronik, MEMS, Sensor dan Militer.

    Baca juga : UNCTAD: Blockchain Mendominasi 75 Persen Bursa Ekonomi Digital Dunia

    Melihat nama-nama perusahaan yang viral tersebut, pasti terlintas dipikiran Anda bagaimana jika perusahaan ini berekspansi ke Indonesia, bukan?

    Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu mengatakan, jika perusahaan-perusahaan tersebut berniat masuk ke Indonesia tampaknya perlu menyesuaikan nama produk agar tidak berbenturan dengan budaya Indonesia. Ini dirasa penting karena sangat berpengaruh terhadap tingkat penerimaan konsumen.

    Baca juga : Bagaimana Cara Memilih Properti Syariah yang Aman?

    — Dinda Luvita —

    Komentar
    Bottom Adv