Cara Agar Tidak Jadi Korban Pinjaman Online, Apalagi Ketika Butuh Dana Tambahan Hari Raya!

    Korban Pinjaman Online picture

    DuniaFintech.com – Dengan harga kebutuhan pokok yang merangkak naik dan banyaknya pengeluaran yang harus dibayar, banyak di antara Anda yang mungkin akan memerlukan pinjaman dana. Dengan adanya teknologi finansial, Anda bisa dengan mudah mendapatkan dana pinjaman salah satunya dengan menggunakan jasa perusahaan P2P lending. Tapi, jangan sampai Anda jadi korban pinjaman online, lho!

    Sebelum mengambil pinjaman, hal pertama yang harus dipastikan adalah perusahaan penyedia pinjaman sudah terdaftar secara resmi di OJK dan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). Mengapa ini penting?

    Baca juga: Kota Malaka Dijuluki Kota Bertenaga Kripto Untuk Menarik 3 Juta Wisatawan

    OJK merupakan lembaga yang bertugas mengatur dan mengawasi jalannya industri fintech. Di sisi lain, OJK juga berperan melindungi nasabah. Dengan memilih perusahaan yang terdaftar di OJK Anda akan terhindar dari praktik illegal fintech dan juga terhindar dari berbagai macam kerugian.

    Di sisi lain, AFPI disahkan sebagai mitra strategis OJK untuk menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan bagi lembaga penyelenggara pinjaman online di Indonesia. Dengan memilih perusahaan yang sudah terdaftar di kedua lembaga, Anda dijamin akan mendapatkan pinjaman yang aman., dan tidak jadi korban pinjaman online.

    Berikut Ini Cara Agar Tidak Jadi Korban Pinjaman Online:

    1. Hindari Pinjaman Berbunga Tinggi

    Meski dikatakan mengatur jalannya operasional perusahaan P2P lending, OJK tidak mengatur masalah bunga yang dikenakan. Beberapa waktu yang lalu sempat terjadi tuntutan hukum yang dilakukan oleh konsumen fintech yang menganggap bahwa bunga yang dikenakan terlalu tinggi. Padahal, perusahaan biasanya mengenakan bunga berdasarkan rating peminjam itu sendiri. Jika peminjam dianggap memiliki risiko tinggi, bunga yang dikenakan pun akan tinggi juga.

    Saat ini ada banyak perusahaan jasa pinjaman online yang menyediakan dana berbunga rendah. Pastikan Anda memahami betul ketentuan yang dimiliki oleh perusahaan tempat Anda mengajukan pinjaman sebelum kecewa karena terjebak bunga tinggi.

    2. Kenali Bunga Pinjaman Online dan Beberapa Metode Pembayaran

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap perusahaan penyedia jasa pinjaman online memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan bunga yang tidak diatur oleh OJK (meski perusahaan terdaftar di OJK). Besaran bunga biasanya bergantung pada tenor (lama waktu pengembalian yang Anda rencanakan).

    Investree.id misalnya, menetapkan bunga berdasarkan jenis pinjaman dan risiko pinjaman. Untuk pendanaan bisnis, perusahaan ini mengenakan bunga 12% hingga 20% per tahun. Sedangkan untuk online seller financing bunga per bulan yang dikenakan adalah 0,90% hingga 2,20%. Penentuan tingkat suku bunga pinjaman ini tergantung pada kredit skor yang didapatkan oleh calon peminjam setelah dianalisis oleh pihak Investree.

    Perusahaan-perusahaan lain juga biasanya memiliki cara tersendiri untuk menentukan jumlah bunga. Karena itu, sebaiknya Anda tahu dengan pasti berapa bunga yang dikenakan. Jika ada bagian yang tidak Anda pahami, jangan ragu untuk bertanya kepada pihak pemberi pinjaman.

    Selain bunga, hal yang tidak boleh luput dari perhatian adalah metode pembayaran. Ini merupakan hal yang penting untuk ditanyakan. Kredit Pintar misalnya, menyediakan metode pembayaran transfer dari berbagai bank hingga setor melalui Alfamart.

    Metode pembayaran tidak hanya berkaitan dengan tempat di mana Anda bisa melakukan pembayaran cicilan. Hal-hal lain terkait skema pembayaran, jumlah yang harus dibayarkan per cicilan juga harus Anda tanyakan dengan jelas. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, Anda bisa mengukur kemampuan Anda untuk membayar cicilan.

    3. Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Pinjaman Online

    Sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman online, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan antara lain:

    • Plafon Pinjaman

    Plafon pinjaman merupakan nilai maksimal pinjaman yang bisa diajukan. Meski penyedia jasa mampu memberikan pinjaman di atas jumlah yang Anda butuhkan, Anda harus tetap bijak. Jangan sampai Anda terjebak kredit macet karena meminjam terlalu banyak.

    • Suku Bunga dan Biaya Lainnya

    Perhatikan jumlah bunga yang diminta oleh perusahaan tempat Anda meminjam. Jumlah bunga ini akan memengaruhi besaran cicilan yang harus Anda bayar setiap bulannya. Jika dirasa terlalu berat, Anda bisa mengurangi jumlah pinjaman atau memperpanjang masa cicilan.

    Selain bunga, perusahaan-perusahaan ini juga biasanya mengenakan biaya tambahan termasuk pendaftaran, administrasi hingga denda jika terjadi keterlambatan pembayaran. Tanyakan semuanya secara detail agar Anda tidak kaget nantinya.

    • Reputasi Perusahaan

    Selain memastikan perusahaan tempat Anda meminjam terdaftar di OJK dan AFPI, reputasi perusahaan di hadapan para konsumen adalah hal yang tak kalah penting. Karena itu pastikan Anda membaca ulasan atau bertanya langsung pada rekan Anda yang sudah pernah mengajukan pinjaman di perusahaan tersebut.

    • Perhatikan Kondisi Finansial Anda

    Meskipun pinjaman online menawarkan kemudahan mendapatkan dana tanpa jaminan, namun bukan berarti Anda bisa mengajukan pinjaman begitu saja. Perhatikan kondisi keuangan Anda dan apakah Anda punya cukup uang untuk mencicilnya. Untuk mengetahui berapa besaran cicilan yang mampu Anda bayar bisa dilakukan dengan menghitung penghasilan bulanan, dikurangi kebutuhan bulanan dan dana darurat. Sisanya adalah nilai yang bisa Anda bayarkan sebagai cicilan ke lembaga peminjaman.

    • Kemudahan

    Salah satu kelebihan lembaga peminjaman online ini adalah kemudahan yang ditawarkan. Bukan hanya mudah dari segi pengajuan dokumen tapi juga dari lamanya pencairan dana. Perlu dipahami bahwa pinjaman dengan jaminan biasanya lebih cepat cair dan berbunga rendah ketimbang pinjaman tanpa jaminan.

    Baca juga: Satelit Republik Indonesia Telah Resmi Disepakati

    4. Tips and Trik Mengembalikan Pinjaman Tepat Waktu

    Setelah mendapatkan dana yang Anda butuhkan, hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah tanggung jawab Anda sebagai peminjam. Dalam hal ini adalah bagaimana Anda bisa mengembalikan pinjaman tepat waktu sesuai dengan aturan yang disyaratkan oleh pemberi pinjaman.

    Mengapa harus mengembalikan pinjaman tepat waktu? Tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab Anda sebagai pengguna jasa pinjaman, mengembalikan tepat waktu akan membuat skor kredit Anda bernilai positif di mata perusahaan. Dengan demikian jika suatu saat Anda memerlukan pinjaman lain dengan jumlah yang lebih besar, perusahaan tidak akan ragu memberikannya pada Anda.

    Selain itu, dengan membayar tepat waktu Anda juga bisa menghindari denda keterlambatan. Beberapa perusahaan bahkan tidak segan memberikan rewards berupa cashback untuk peminjam yang membayar tepat waktu.

    Lantas, apa saja langkah yang bisa Anda lakukan agar bisa membayar cicilan tepat waktu?

    • Sisihkan uang untuk membayar cicilan begitu Anda menerima gaji. Jangan tunggu sampai uang terpakai untuk kebutuhan lain
    • Ajukanlah pinjaman sesuai dengan kemampuan Anda mencicil
    • Berkomitmen untuk membayar. Ingat, pinjaman adalah kewajiban yang harus Anda lunasi. Ketika Anda tidak bisa membayar pinjaman tepat waktu atau punya kredit macet, Anda kemungkinan akan sulit mendapatkan pinjaman lagi nantinya. Dengan membayar tepat waktu, Anda membentuk skor kredit baik di mata peminjam yang akan membuat mereka tidak segan mengabulkan pinjaman Anda lagi di kemudian hari.

    Dengan uraian di atas, Anda bisa mendapatkan berbagai kemudahan untuk mengajukan pinjaman online, sekaligus mampu melunasinya tepat waktu, dan menghindari diri jadi korban pinjaman online!

     picture: pixabay.com

    -Dita Safitri-

     

    Komentar