Fintech LinkAja Besutan BUMN Saingi OVO dan Go-Pay?

    linkaja

    DuniaFintech.com – Enam perusahaan pelat merah (BUMN) yang terlibat dalam kongsi BUMN Fintech akan mengumumkan sistem pembayaran berbasis Quick Response (QR) Code yang akan diberi nama LinkAja.

    Adapun, keenam perusahaan yang terlibat antara lain empat bank BUMN (Mandiri, BNI, BRI, BTN), Telkomsel, dan Pertamina. Adapun, kepemilikan saham entitas baru yang menaungi LinkAja, akan dibagi rata ke enam perusahaan BUMN.

    Saat ini, LinkAja tengah menunggu proses perizinan dari Bank Indonesia. Di samping itu, tidak ada BUMN yang memegang saham mayoritas di dalam integrasi QR Code ini. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Dadang Setiabudi menuturkan, masing-masing pihak akan menggenggam kepemilikan yang sama.

    Rencananya, sistem ini akan terealisasi pada kuartal I 2019. Jika sudah terealisasi, LinkAja akan mengikutsertakan produk uang elektronik Alibaba yakni Alipay. Hanya saja, ia memastikan BUMN tidak akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan perusahaan besutan Jack Ma tersebut.

    BUMN dikabarkan akan menggunakan LinkAja untuk bersaing dalam layanan dompet digital. Dompet digital ini nantinya akan dikelola PT Fintek Karya Nusantara (Finarya). Ini adalah fintech yang dibentuk Telkom dan berada di bawah Telkomsel.

    Pada tahap awal ini, Finarya akan membawahi produk dompet digital Telkomsel, T-Cash yang memiliki 30 juta pelanggan dengan 20 juta transaksi harian. T-Cash pun segera bertransformasi menjadi LinkAja.

    Dalam rilis perusahaan, T-Cash akan berubah menjadi LinkAja pada 21 Februari 2019.
    “LinkAja adalah sebuah layanan keuangan elektronik yang merupakan sinergi layanan keuangan elektronik dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar manajamen T-Cash seperti dikutip Senin (4/2/2019).

    Dalam layanan LinkAja nanti tersedia layanan keuangan elektronik yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan fitur pembayaran seperti pembayaran tagihan, antara lain listrik, air, asuransi, internet dan lain-lain.

    Ada juga layanan transaksi di merchant baik lokal maupun nasional,pembayaran moda transportasi, pembelian online hingga layanan keuangan lainnya seperti transfer saldo antar pelanggan. Tak lupa pula pembayaran menggunakan NFC dan QR Code.

    “Layanan T-Cash tidak bisa diakses lagi setelah layanan LinkAja diluncurkan pada 21 Februari 2019,” ujar manajemen.

    Belum ada informasi lebih lanjut terkait entitas baru ini, termasuk siapa saja yang berada di dalam susunan direksinya. Namun, pihaknya saat ini masih mengurus perizinan ke Bank Indonesia (BI).

    Diminta konfirmasinya, Dadang Setiabudi pun tidak berkomentar banyak. Sementara itu, Manager Media Relation Telkomsel, Singue Kilatmaka mengungkapkan, pihaknya saat ini belum bisa memberikan komentar lebih lanjut terkait pembentukan BUMN Fintech tersebut. Ia juga belum bisa memberikan gambaran jelas mengenai platform LinkAja.

    “Telkomsel termasuk ke dalam [kongsi] ini karena secara langsung Telkomsel itu bagian dari Telkom Group yang juga adalah BUMN. Saat ini, informasinya masih digodok di level BUMN, tunggu saja nanti informasi dari entitas baru [BUMN Fintech]. Yang jelas, platform ini pure buatan BUMN,” tuturnya.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BUMN Fintech berencana bekerja sama dengan WeChat Pay dan Alipay yang merupakan penyedia jasa pembayaran digital asal Tiongkok. Statusnya saat ini masih belum jelas.

    Komentar