MASA DEPAN PEMBAYARAN DI INDONESIA – BITCOIN ATAU KARTU KREDIT?

    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Pembayaran tanpa kas selalu menjadi masalah utama dalam industri e-commerce di Indonesia. Meskipun penggunaan kartu kredit atau pembayaran alternatif lainnya sudah semakin umum, jumlahnya jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengguna uang kas serta bank transfer tradisional.

    Membicarakan tentang masalah yang begitu mendasar ini, Tech in Asia mengundang Ryu Kawano Suliawan dari VeriTrans dan Oscar Darmawan dari Bitcoin Indonesia untuk berbicara di acara Tech in Asia Jakarta 2015.

    Moderator acara, Leighton Cosseboom dari Tech in Asia, membuka dengan pertanyaan paling umum untuk topik ini tentang masalah paling utama untuk urusan pembayaran di Indonesia. Ryu Kawano mengatakan bahwa masalah utama jelas terletak pada kecilnya jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia.

    E-commerce pada negara maju tidak perlu pusing-pusing memikirkan soal bagaimana pelanggan membayar karena memang jumlah pengguna kartu kredit yang begitu tinggi. Tapi hal ini jelas berlawanan arah dengan apa yang terjadi di Indonesia.

    Sedangkan Oscar mengatakan bahwa masalahnya sebenarnya lebih parah lagi. Menurutnya, tidak hanya pengguna kartu kredit di Indonesia yang cukup sedikit, tapi negara ini juga tidak memiliki pengguna bank yang cukup. Masih banyak orang yang lebih memilih untuk menyimpan uang secara tradisional di rumah masing-masing.

    Bukan Mata Uang, tetapi Metode Transaksi

    Di sinilah menurut Oscar di mana bitcoin bisa bersinar. Meskipun cara umum untuk menukar bitcoin adalah menggunakan akun bank, tetapi bitcoin juga mendukung transaksi peer-to-peer ataupun transaksi yang dimotori oleh komunitas.

    Pembicaraan lebih dalam mengenai bitcoin juga membuka pertanyaan yang lebih dasar lagi, “apa itu bitcoin?” Mudahnya Oscar memberikan perumpamaan bahwa bitcoin adalah bank milikmu sendiri yang terletak dismartphone, laptop, atau gadget apapun yang kamu gunakan untuk login. Kelebihan dari bitcoin adalah betapa transparannya metode transaksi ini dan betapa instannya transaksi yang bisa dilakukan.

    Meskipun memiliki banyak kelebihan, bitcoin punya beberapa kekurangan, mulai dari betapa sulitnya menjelaskan konsep bitcoin ke masyarakat umum, sampai ke fakta bahwa bitcoin tidak akan bisa menjadi mata uang dan hanya sebatas menjadi cara membayar saja. “Bitcoin memiliki nilai yang sangat tidak stabil, hal ini membuatnya mustahil untuk menjadi mata uang,” ujar Ryu Kawano dari VeriTrans.

    Tapi bitcoin jelas tetap memiliki tempat yang spesial, mengingat semakin banyak perusahaan besar yang menerima pembayaran menggunakan bitcoin. Bahkan sebuah hotel bintang lima di Bali telah menerima pembayaran menggunakan metode ini.

    Masa Depan Pembayaran

    Satu hal menarik yang diungkapkan oleh Ryu Kawano adalah kartu kredit tidak begitu signifikan dalam perkembangan e-commerce di Indonesia. Alasannya adalah karena bank di negara ini sangat mendukung perkembangan e-commerce dengan menyediakan berbagai cara pembayaran alternatif. Hal ini dibuktikan dari bagaimana mudahnya melakukan pembayaran melalui bank untuk berbagai toko online besar di Indonesia.

    Tapi apakah apa yang kita miliki sekarang sudah cukup? Tentu tidak, pembayaran yang lebih praktis, efisien, mudah dimengerti, dan aman jelas sangat dibutuhkan.

    Apakah VeriTrans dengan 850 partnernya atau Bitcoin Indonesia yang telah memiliki 88.000 pengguna bisa menjadi masa depan paling efektif? Atau mungkin beberapa startup seperti Doku dan startup fintech lainnya bisa menjadi pengganti?

    Menurut Kawano, yang dia anggap sebagai calon masa depan solusi transaksi di Indonesia, dan tentunya menjadi saingan utama dari VeriTrans, saat ini belum muncul. Solusi tersebut mungkin saja saat ini tengah digodok oleh orang tidak dikenal di kamarnya sendiri, dengan cara kerja yang sama sekali belum kita bayangkan.

    Bagaimana wujudnya masa depan pembayaran tersebut? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.

    Source: Tech in Asia

    Komentar
    Bottom Adv