MENGENAL LEBIH JAUH FINTECH, REGTECH DAN SUPTECH

    DuniaFintech.com – Industri teknologi finansial alias fintech terus berkembang pesat. Berkembangnya internet membuat segala sisi kehidupan termasuk perbankan menjadi semakin mudah dan maju.

    Fintech adalah penerapan teknologi baru oleh lembaga keuangan untuk terhubung dan lebih baik melayani konsumen dan pelanggan bisnis. Fintech telah digunakan  oleh hampir setiap departemen termasuk perbankan konsumer, pinjaman usaha, perbankan online, perdagangan, dan pengelolaan kekayaan.

    Baca juga: bank-indonesia-segera-gunakan-blockchain-untuk-terbitkan-rupiah-digital/

    Dengan meluasnya penggunaan perangkat mobile seperti smartphone, laptop, dan tablet, aplikasi Fintech dapat digunakan di hampir setiap transaksi keuangan. Dua pertiga konsumen berusia antara 18 dan 29 tahun memiliki ponsel dan menggunakan mobile banking.

    Beberapa transaksi ini meliputi belanja bahan makanan, pembelian online, transfer atau transaksi B2C atau B2B apapun dapat diselesaikan melalui teknologi keuangan. Pembayaran antara bisnis dan konsumen sekarang bisa dilakukan dengan cepat dan lancar.

    Baca juga: bca-segera-terapkan-teknologi-blockchain-dalam-sistem-operasionalnya/

    Peluang Tak Terbatas dalam Fintech

    Sampai saat ini belum ada satupun yang bisa memastikan sampai sejauh mana industri Fintech kita akan berkembang. Hingga saat ini Fintech berhasil memberi solusi di berbagai bidang antara lain:

    -Aplikasi keuangan pribadi Fintech mencakup penganggaran dan pelacakan biaya dan pendapatan online. Aplikasi tabungan otomatis membantu konsumen merencanakan pensiun dan kuliah.

    -Fintech memperbaiki proses pemberian pinjaman dengan mengurangi biaya underwriting melalui otomasi proses aplikasi kredit.

    -Biaya underwriting yang lebih rendah dihasilkan dari waktu penyelesaian proses pinjaman yang cepat dan kesalahan manusia yang lebih sedikit. Dengan proses underwriting yang kurang padat karya, potensi penghematan biaya operasional cukup besar ada pada Fintech.

    -Standar kredit dan batas perdagangan dipantau secara lebih efisien karena aplikasi Fintech dapat dibuat dengan menggunakan standar kredit yang disesuaikan sesuai kebijakan pengelolaan risiko ank.

    -Peningkatan peluang penjualan ada dengan Fintech karena aplikasi bisa diterapkan pada upaya pemasaran yang menargetkan konsumen potensial.

    Dengan penggunaan teknologi yang meluas di seluruh masyarakat saat ini, Fintech memiliki potensi untuk mempengaruhi hampir setiap transaksi keuangan, mengubah bagaimana konsumen, bisnis, dan lembaga keuangan berinteraksi dan bertransaksi.

    Baca juga: apa-yang-paling-dicari-tentang-bitcoin-10-hal-ini-jawabannya/

    Regtech: Regulator Spinoff dari Fintech

    Seperti halnya Fintech yang mampu menghubungkan konsumen dengan bank via teknologi, maka Regtech membantu bank memenuhi persyaratan peraturan melalui teknologi. Regtech menggunakan berbagai teknologi seperti pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan untuk membangun tata kelola dan pelaporan data perusahaan secara keseluruhan. Teknologi baru ini menggantikan proses manual saat ini untuk pemodelan dan pelaporan.

    Keberadaan Regtech selain mampu memangkas waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi berbagai ancaman kejahatan keuangan, juga mampu mengurangi denda dan biaya litigasi. Beradaptasi dengan peraturan baru yang lebih cepat juga dapat dicapai dengan Regtech karena lembaga keuangan dapat memantau perubahan peraturan secara real-time. Analisis data dan waktu pelaporan peraturan juga bisa semakin membaik dengan adanya Regtech.

    Lantas, apa yang dimaksud dengan Suptechs? Suptech disebut sebagai inovasi terbaru yang mampu meningkatkan efisiensi regulator dan bagaimana institusi mendapatkan keuntungan dari kemajuan tersebut.

    Source: finextra.com

    Written by: Dita Safitri

    Komentar