MUNGKINKAH INDONESIA AKAN DIBANJIRI STARTUP FINTECH?

    DuniaFintech.comFinancial Technology  (Fintech) untuk startup digital saat ini digemari banyak orang. Beragam bidang terkait fintech menjadi pilihan masyarakat dan UMKM, seperti asuransi, aset manajemen, payment gateway, remittance, crowd funding, dan peer to peer lending. Hal itu pula yang memungkinkan pihak – pihak seperti investor, akselerator, dan lain – lain tertarik untuk berinvestasi.

    Misalnya saja adalah startup HaloMoney yang merupakan startup fintech yang meraih pendanaan seri B sekaligus masuknya investor baru. Masuknya pendanaan seri B tersebut pada bulan Juli lalu, salah satunya dari IFC (International Finance Corporation), yang merupakan anggota dari Bank Dunia (baca juga : DUKUNGAN IFC KEPADA HALOMONEY UNTUK INDONESIA). Dukungan tersebut agar literasi keuangan masyarakat Indonesia lebih meningkat.

    Belum lama ini juga, akselerator PnP (Plug and Play) Indonesia bersama dengan Gan Kapital menggelar gelombang pertama akselerator yang memfokuskan pada bidang fintech dan mobile (baca juga : GELOMBANG PERTAMA ACCELERATOR PNP INDONESIA UNTUK STARTUP FINTECH DAN MOBILE).

    Kita memilih dua fokus utama, yaitu fintech dan mobile base, karena kita lihat potensinya. Kalau fintech, yang kita lihat sekarang adalah financial inclusion sedang digalakkan di Indonesia, fintech menjamur di mana-mana,” ujar Jessica Martin, Community Manager Plug and Play Indonesia.

    Dilansir dari laman Viva, saat ini fintech sedang dibutuhkan sekali oleh masyarakat luas. Bahkan, industri global pun banyak melirik jenis usaha ini. Untuk itu, Plug and Play ingin membantu mengembangkannya. Ke depannya, Jessica berharap akan banyak startup lokal yang bermain di bidang ini, mengingat potensinya yang cukup menjanjikan di Tanah Air.

    Dukungan pun juga didapatkan dari OJK, agar jumlah startup fintech bisa meningkat.

    Kami dari OJK sangat mendorong. Semakin banyak semakin bagus,” kata Hendrikus Passagi, Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan OJK. “Begitu banyak orang butuh uang tapi ketersediaan dana tidak ada. Jadi pangsa pasar sangat besar. Kita butuh banyak,” jelasnya.

    Startup fintech memungkinkan untuk berkembang dikarenakan menyasar segmen UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Banyak pula masyarakat yang ingin menjalankannya bisnisnya, tetapi terhalang karena tidak memiliki modal banyak dan unbanked  (baca juga : JAMKRINDO MASUK KE RANAH FINTECH BEKERJA SAMA DENGAN AMARTHA).

    Di lain hal kemudahan teknologi akan smartphone bisa menjadi sarana masyarakat untuk mengembangkan bisnisnya. Oleh karena itu perpaduan teknologi dan kehadiran startup fintech bisa membantu masyarakat dan UMKM guna meningkatkan perekonomian nasional dan literasi keuangan. Dengan begitu, harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) memungkinkan untuk diraih.

    Source :

    • viva.co.id
    • detik.com

    Written by : Fenni Wardhiati

    Komentar