OVO Bangun Vending Machine SmartCube : Adopsi Pembayaran Cashless

    Cashless picture

    DuniaFintech.com – Perusahaan penyedia dompet digital, OVO, beranggapan bahwa pemanfaatan Big data kedepannya dapat membantu mempercepat bisnis, apalagi bagi perusahaan yang menganut paham Data Driven. Untuk mewujudkan pandangannya itu, OVO sejak dua tahun terakhir mengembangkan sejumlah inovasi analitik data yang diharapkan membantu pengadopsian pembayaran Cashless dan digital di Tanah Air.

    Salah satu proyek unggulan tim OVO  untuk inovasi pembayaran cashless ini adalah Vending Machine SmartCube yang sudah mulai tersedia di beberapa titik, khususnya di properti Lippo Group, seperti Universitas Pelita Harapan dan Lippo Mall.

    Baca juga: Serius di Asuransi Online, Simas Insurtech Kerjasama dengan Fintech

    SmartCube Si Vending Machine Pintar

    Menjelaskan perihal inovasi pembayaran cashless SmartCube tesebut, Chief Data Officer (CDO) OVO, Vira Shanty mengatakan, SmartCube dibangun memanfaatkan analitik data yang diperoleh OVO dari transaksi pembayaran konsumennya. Produk ini menjadi salah satu kanal untuk memahami preferensi lebih lanjut dan perilaku pengguna, termasuk segmentasi, kategori demografi, dan kebiasaan. Vira Shanty pun mengatakan:

    “Sudut pandangnya cukup luas, karena yang kita hadirkan tidak hanya memberikan pengalaman baru kepada pengguna OVO, tapi juga bisa dimanfaatkan oleh brand, agency, perusahaan FMCG, hingga operator Vending Machine.”

    Data tersebut nantinya akan dianalisis lebih lanjut dengan membangun “Profil Konsumen 360 Derajat”. Hasil analisis tersebut akan dikembangkan demi pengalaman yang berbeda bagi masing-masing pengguna.

    Saat ini OVO masih berfokus ke ekosistem yang ada. Merchant yang telah bergabung di program SmartCube bisa mendapatkan insight dengan memanfaatkan penjualan produk dan sampling yang ditawarkan OVO.

    Untuk memudahkan proses monitoring, telah disediakan dashboard real time untuk melihat produk mana yang harus diisi ulang, produk yang paling disukai, dan yang kurang diminati. Data ini juga akan memungkinkan merchant mengganti produk yang sudah tidak relevan dan mendapatkan rekomendasi produk yang paling laku di pasaran. Sangat “smart” bukan?

    Baca Juga: Peran Raihan Sertifikat ISO Full Scope untuk Fintech P2P Lending

    Rencana dan Target Kedepan

    Produk lain yang sedang dikembangkan OVO adalah bagaimana teknologi SmartCube bisa langsung terkoneksi ke kampanye merchant yang sedang berlangsung secara real time.

    Misalnya, untuk SmartCube yang ditempatkan di Lippo Mall Puri, pengguna yang tengah bertransaksi bisa melihat iklan yang tampil di layar SmartCube berdasarkan preferensi pengguna tersebut. Dari situ, merchant bisa memanfaatkan aksi lanjutan, apakah akan memberikan voucher untuk mengarahkan pengguna membeli produk di toko terdekat atau memberikan voucher atau potongan harga melalui aplikasi OVO. Vira pun menjelaskan:

    “Pada akhirnya kita ingin mendorong traffic baru kepada merchant melalui offline ke online dan sebaliknya yang bisa berguna untuk ekosistem internal dan eksternal OVO hingga unit bisnis dari OVO.”

    Untuk memastikan keamanan data pengguna dan tidak tersebar ke pihak lain, pihak OVO mengklaim membangun teknologi SmartCube secara independen. Mereka hanya memberikan informasi berupa insight, rangkuman, dan agregasi ke pihak yang membutuhkan saja.

    OVO menargetkan hingga akhir tahun 2019 bisa menempatkan sekitar 100 SmartCube di lokasi pilihan dan 1000 SmartCube hingga akhir tahun 2021.

    -Syofri Ardiyanto-

    Komentar