PELUNCURAN GERAKAN INDONESIA CERDAS FINANSIAL DAPAT DUKUNGAN  DARI BANYAK PIHAK

    DuniaFintech.com – Peluncuran Gerakan Indonesia Cerdas Finansial (GICF), merupakan inisiasi dari Syamsi Dhuha Foundation (SDF) guna menjadikan masyarakat Indonesia cerdas finansial dengan literasi dan inklusi keuangan. Gerakan tersebut menghadirkan banyak dukungan dan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dari seluruh panelis yang hadir di The Energy Building, Jakarta (22/8/17).

    Eko Pratomo selaku Founder SDF sekaligus inisiator gerakan ini menyampaikan dalam sambutannya, bahwa ia merasa terharu karena pengalaman hidup mengajarkan banyak hal agar melakukan sesuatu yang bermakna, “Never Give Up Spirit“. Pengalamannya selama 20 tahun dalam bidang keuangan, melihat bahwa Indonesia membutuhkan Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan.

    Kita ingin mengubah saving society menjadi investing society dengan literasi keuangan yang menyentuh aspek spiritualitas,” katanya.

    Membangun platform e-learning untuk melakukan sosialisasi tentang kecerdasan fnanasial, mudah-mudahan dapat membantu OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi.

    Kami melakukan pendekatan dengan santai karena menyasar target millenial yang dekat dengan teknologi,” terang Eko Pratomo.

    Sambutan lain pun diberikan dari Pimpinan Medco Learning Center (M Learning Center), PM Susbandono, yang menyampaikan bahwa mendukung GICF sampai menjadi sebuah gerakan masih yang meluas. Pasalnya, M Learning bergerak dalam domain pengembangan sumber daya manusia, sedangkan GICF bergerak dalam cerdas finansial. Tidak ada pengembangan SDM tanpa finansial. Hanya dengan pengorbanan dan biaya akan tercapai kemuliaan.

    Dari hasil survei OJK di tahun 2016 mengenai perilaku keuangan masyarakat Indonesia, 97% memiliki tujuan keuangan. Penjabarannya adalah 69% untuk tujuan jangka pendek, hanya 6% yang memikirkan tujuan hari tua,” kata Agus Sugiarto, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi OJK dalam keynote speech-nya.

    Peraturan OJK No. 76 tahun 2016, mewajibkan semua lembaga jasa keuangan yang beroperasi keuangan, yang izinnya dikeluarkan oleh OJK wajib melakukan kegitan literasi dan inklusi.

    Dengan adanya GICF ini, kita harapkan pola pikir tersebut berubah, yaitu untuk tujuan jangka panjang. Kami mendukung gerakan ini dan agar dilibatkan, karena kami perlu bersinergi dengan semua pihak,” tegasnya. “Dalam akademisi, literasi keuangan sudah mulai diterapkan, misalnya di kampus ITB yaitu dalam mata kuliah. Ini sudah dilakukan dari tahun 2010. Untuk pendidikan pengajaran, tidak hanya dibuka untuk mahasiswa bisnis melainkan untuk mahasiswa teknik. Antusias sangat tinggi dari para mahasiswa, hingga kelas membludak,” terang Subiakto Soekarno, Dosen SBM ITB. “Pada bagian riset, diberikan riset mutakhir dalam bidang financing literasi. Sedangkan dalam pengabdian masyarakat, diberikan pengetahuan literasi keuangan sebelum terjun ke masyarakat. Dukungan kami berikan untuk GCIF,” tambahnya.

    Pada panel diskusi lainnya, Jimmy M. Rifai Gani, Executive Director & CEO IPMI International Business School, memaparkan bahwa millenial (generasi muda saat ini-pen) mendapatkan informasi dengan mudah melalui internet, berbeda sekali dengan zamannya ketika itu yang harus mencari tahu dengan mendatangi langsung sumber informasi tersebut. Dari sinilah dia merasa bahwa sebenarnya ilmu tersebut dapat diraih secara cepat dan instan.

    Kita dapat menciptakan change agent, dan meng-coach mereka sehingga kita bisa memiliki literasi lead yang memadai. Dan juga kemudahan agar mereka dapat diakses di semua tempat.

    Mudah-mudahan GICF dapat membangun generasi millenial yang siap menjadi change agent dalam rangka membuka mata Indonesia untuk bisa smart dan wise dalam mengelola finansial,” kata Jimmy.

    Dari pihak Financial Wisdom, yaitu Adjie wicaksana selaku CEO, memberikan paparannya, di mana dirinya tergabung dengan Finansial Wisdom yang digagas oleh SDF sejak tahun 2016. Dengan misi bagaimana meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat dengan edukasi finansial, konsultasi finansial dan solusi finansial lainnya yang memberikan nilai tambah dalam melakukan aktivitas finansial sehari-hari.

    Saya percaya tingkat literasi keuangan atau melek finansial Indonesia harus terus didorong, khususnya dengan menggunakan daya teknologi, terang dia. Harapan kami adalah bisa mendorong finansial literasi bukan hanya di produk finansial konvensional saja, tapi juga pada finansial teknologi yang ada.”

    Dengan GICF yang bertemakan sebuah Inisiasi Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia’, harapan akan Indonesia menjadi cerdas dalam finansial dapat diraih dengan adanya dukungan dari banyak pihak. Mari kita dukung #IndonesiaCerdasFinansial.

    Written by : Fenni Wardhiati

    Komentar