Pertinggi Bank: Perbankan Tidak Bersaing dengan Fintech

    Bersaing dengan Fintech picture

    DuniaFintech.com – Kehadiran teknologi finansial di tengah-tengah sistem perbankan konvensional telah lama dianggap sebagai disruptor atau pengganggu. Menghadirkan beragam produk keuangan yang sebagian besar juga dimiliki oleh bank, benarkah fintech mengganggu ekosistem keuangan perbankan konvensional? Dan apakah perbankan  bersaing dengan fintech?

    Bank Central Asia/BCA melalui Wakil Direkturnya, Arman Hartono menyebut bahwa fintech sebenarnya bukanlah pesaing perbankan. Menurutnya, bank dan fintech masing-masing memiliki segmen yang berbeda. Perbankan tidak bersaing dengan fintech. Perbedaan inilah yang membuat bank tidak kehilangan perannya sama sekali.

    Baca juga: Oracle Dukung Program Mudik Bareng Jasa Raharja di Hari Raya Mendatang

    “Kami tidak merasa menjadi kompetitor karena sebuah perusahaan hanya bisa fokus di 1-2 segmen tertentu saja,” ungkap Arman saat menghadiri CNBC Indonesia VIP Forum bertajuk “Banking & Fintech: Inovasi dan Peran Digital Dorong Inklusi Keuangan” di Hotel Indonesia Kempinski. 

    Mengamini pernyataan yang disampaikan Arman, Direktur Konsumer Bukopin, Rivan Purwantono mengatakan:

    “Tidak ada perusahaan fintech yang maju sendiri. Kolaborasi tetap harus dilakukan.”

    Kerja sama yang dimaksud salah satunya tentu saja dengan lembaga perbankan konvensional.

    Contoh kerja sama yang dilakukan misalnya antara Bukopin dengan TaniHub. TaniHub sendiri merupakan perusahaan startup fintech yang mengkhususkan diri di sektor pertanian. Dalam kolaborasi tersebut Bukopin juga ikut serta membangun komunitas.

    Kerja Sama Adalah Langkah Menghindari Upaya Saling Menjatuhkan

    Dalam beberapa kesempatan dan pemberitaan, fintech dengan bank memang selalu diibaratkan seperti dua kutub magnet sejenis yang tolak menolak. Kenyataannya, fintech dapat berperan sebagai perpanjangan tangan bagi institusi bank untuk menjangkau kelompok masyarakat yang belum tersentuh oleh perbankan konvensional. Di saat yang sama, bank tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai perantara keuangan.

    Baca juga: Afghanistan, Maju dalam Penyerapan Teknologi dengan Rilis Obligasi Bitcoin

    Dari kolaborasi inilah, upaya saling menjatuhkan dan saling ‘bunuh’ bisa dihindarkan.

    “Selama kesadaran kolaborasi selalu ada, maka bisa dipastikan tidak ada kanibalisme dalam industri keuangan,” tambah Rivan.

    Sunu Widyatmoko mewakili Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) juga menyebut bahwa kerja sama yang terus terjadi selama 2 tahun ke belakang antara fintech dengan perbankan terus diupayakan. Nantinya, diharapkan teknologi yang dimiliki oleh fintech bukan lagi jadi sesuatu yang menakutkan (baik bagi konsumen maupun perbankan konvensional) melainkan sebagai sarana mempemudah inklusi dan transaksi keuangan bagi masyarakat.

    picture: pixabay.com

    -Dita Safitri-

     

     

    Komentar