Perkembangan Kripto Aset di Djibouti

    Djibouti picture

    DuniaFintech.com – Djibouti adalah sebuah negara di Benua Afrika yang berada di Teluk Aden, pintu masuk menuju Laut Tengah. Negara ini merdeka pada tahun 1977 dan dulu dikenal dengan Tanah Somalia Perancis atau Afar dan Assa sebelum akhirnya berganti nama menjadi Djibouti.

    Negara ini berbatasan dengan Ethiopia di sebelah selatan dan Somalia di sebelah Tenggara. Negara ini sangat penting bagi Ethiopia karena 60% ekspornya dilepas melalui negara ini.

    Baca juga: Peluang Blockchain Sebagai Pemimpin Teknologi

    Ekonomi negara ini sebagian besar berasal dari lokasinya yang strategis di Laut Merah. Djibouti kebanyakan tandus, dengan sedikit pembangunan di sektor pertanian dan industri. Negara ini memiliki iklim yang keras, tenaga kerja yang sebagian besar tidak terampil, dan sumber daya alam yang terbatas.

    Aset ekonomi paling penting negara ini adalah lokasinya yang strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Dengan demikian, ekonomi Djibouti diperintahkan oleh sektor jasa, menyediakan layanan baik sebagai pelabuhan transit untuk wilayah tersebut dan sebagai pusat pengiriman dan pengisian bahan bakar internasional.

    Perkembangan Kripto di Djibouti

    Djibouti merupakan salah satu negara di Afrika yang tidak melarang trading Bitcoin dan kripto aset yang lain. Hingga saat ini belum ada aturan mengenai penggunaan kripto dan mata uang virtual bisa diperjualbelikan secara bebas. Beberapa platform trading yang biasa digunakan penduduk setempat untuk menukarkan Franc Djibouti (fiat setempat) dengan Bitcoin dkk antara lain LocalBitcoins.com, Spectrocoin.com dll.

    Salah satu keistimewaan lain yang dimiliki negara ini adalah adanya ATM Bitcoin, dan negara ini menjadi negara pertama yang memiliki ATM Bitcoin di Benua Afrika disusul oleh Zimbabwe yang April lalu juga membuat satu ATM Bitcoin.

    Baca juga: Huobi Derivative Market Rilis di New York

    Keberadaan Kripto dan Pengaruhnya pada Perekonomian Negara-Negara Afrika

    Sebagian besar negara-negara di Afrika masih berstatus miskin dan perekonomiannya tidak stabil. Penurunan nilai mata uang menjadi salah satu problematika yang memerlukan penyelesaian. Di Zimbabwe misalnya, bank lokal belum menggunakan ATM mereka untuk catatan obligasi, apalagi dolar AS. ATM Bitcoin, yang juga satu-satunya ATM 2-arah di Zimbabwe, adalah anomali yang mencolok di lingkungan ini, memberikan pengalaman perbankan yang normal dengan perdagangan kripto aset yang belum diregulasi secara resmi oleh pemerintah setempat.

    Salah satu tujuan lain dari pengadaan ATM Bitcoin di Djibouti dan negara-negara lain di Afrika adalah untuk menyediakan layanan yang mudah bagi para newbie yang masih belum begitu memahami cara kerja kripto aset.

    Source: bitcoinist.com, coinatmradar.com, coinstaker.com

    Written by: Dita Safitri

    Komentar