Perlindungan Data Pribadi Menjadi Fokus Utama OJK di Industri Fintech

    Perlindungan Data Pribadi Menjadi Fokus Utama
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Otoritas Jasa Keuangan menilai saat ini perlindungan data pribadi menjadi fokus utama bagi industri fintech di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan paling mendesak yang perlu segera ditangani OJK dalam sektor teknologi.

    Melihat potensi tersebut, rancangan undang-undang (RUU) perlindungan data pribadi pun seharusnya segera diterbitkan serta diimplementasikan ke dalam program legislasi nasional (prolegnas). Sehingga ada payung hukum atau lebih tinggi dari undang-undang fintech yakni undang-undang ekonomi digital.

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko mengatakan perlindungan data pribadi menjadi fokus utama dalam industri financial technology ini karena kepercayaan menjadi pilar utama dalam membangun bisnis di sektor keuangan digital.

    Perlu diketahui bahwa industri fintech sempat dirusak oleh aktivitas tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh fintech-fintech illegal dengan menyalahgunakan data-data pribadi para konsumennya.

    Sunu menambahkan, jika kita berbicara mengenai harapan tidak ada lagi fintech illegal sebenarnya Rancangan Undang-Undang dibuat agar fintech terdaftar OJK yang tengah berlomba dengan fintech illegal dapat teratasi. Faktanya, hingga saat ini fintech-fintech illegal yang sudah dihadang dan dicegah selalu dapat mencari celah untuk menghindarinya karena tidak ada undang-undang untuk memberantasnya.

    Baca Juga :

    Sebelumnya, OJK sudah menutup 1.350 entitas illegal dan berdasarkan penyelidikan server fintech-fintech illegal tersebut kebanyakan berada diluar negeri. Ciri-ciri dari fintech illegal salah satunya dengan menawarkan pinjaman melalui pesan seluler, sehingga jika masyarakat menerima pesan yang menawarkan pinjaman dapat diduga fintech illegal.

    Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Mercy Simorangkir memandang tantangan terbesar pada tahun depan adalah perlindungan konsumen yang terkait di dalamnya terdapat unsur-unsur membangun kepercayaan.

    Perlindungan data pribadi menjadi fokus utama karena perlunya menunjukkan sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka betul-betul diproteksi, dan langkah berikutnya menunjukkan bagaimana kita bekerja di balik layar dari asosiasi, regulator, serta pelaku industri menjalankan secara beriringan.

    -Vidia Hapsari-

    Komentar
    Bottom Adv