Perlukah Teknologi Blockchain Diregulasi?

    Perlukah teknologi Blockchain Diregulasi picture

    DuniaFintech.com – Blockchain merupakan teknologi yang menyita perhatian banyak orang seiring dengan semakin meningkatnya fenomena dan popularitas Bitcoin. Seiring berjalannya waktu, teknologi yang menjadi dasar kripto aset ini semakin terarah dan menunjukkan fungsinya yang sebenarnya. Lantas perlukah teknologi Blockchain diregulasi?

    Orang-orang yang awalnya merasa skeptic dengan masa depan Bitcoin, perlahan mulai setuju bahwa Blockchain adalah teknologi yang layak dipertahankan.

    Semakin banyaknya orang yang memahami potensi Blockchain saat ini, membuat semua berlomba-lomba ingin memanfaatkannya. Selama satu dekade terakhir, tidak bisa disangkal bahwa Blockchain tumbuh lebih pesat dari kripto itu sendiri. Pemerintahan di berbagai belahan dunia pun beramai-ramai mencari cara bagaimana mengimplementasikannya ke berbagai sektor termasuk pertanian, rantai suplai on demand, kesehatan, hiburan dan lain sebagainya.

    Baca juga: Padang Jadi Potensi Besar Fintech Berkembang?

    Meskipun ada pertumbuhan mencolok pada adopsi Blockchain, kita masih memerlukan waktu panjang untuk membuktikan keefisienannya. Banyak analis juga menyebutnya sebagai alat instrumental untuk revolusi industri berikutnya, namun, untuk mencapai tingkat adopsi itu, perlu mengatasi banyak masalah yang sedang dihadapi saat ini dan salah satu yang menonjol adalah masalah regulasi.

    Dalam KTT ANON Blockchain yang sedang berlangsung baru-baru ini di Austria, topik utama untuk diskusi panel adalah “Peran Pemerintah dalam Era Blockchain”. Diskusi panel melihat tiga anggota mengedepankan argumen dan argumen tandingan mereka tentang topik regulasi Blockchain tersebut.

    Menteri Federal Digital dan Ekonomi Austria Mengatakan Blockchain Tidak Perlu Diregulasi

    Suara paling penting dalam diskusi panel tersebut adalah pendapat Margarete Schramböck, Menteri Federal untuk Urusan Digital dan Ekonomi Austria. Dia mengatakan bahwa menurut sudut pandangnya, peraturan untuk Blockchain tidak diperlukan setidaknya di tahap awal.

    Baca juga: FIT Targetkan Perluas Penetrasi Tahun Ini

    Dia membuat poin yang menarik perhatian dengan mengklaim bahwa tidak adil jika pemerintah membuat aturan khusus untuk Blockchain karena pemerintah atau otoritas terkait tidak memahami perbedaannya. Dia juga mengemukakan contoh C ++ dan mengatakan bahwa selama ini tidak ada aturan terkait penggunaan C ++. Selama beberapa tahun terakhir C++ tumbuh menjadi lebih besar dan membawa manfaat yang tidak kalah besarnya.

    Orang-orang di acara tersebut sepakat bahwa peraturan hanya diperlukan untuk kegiatan yang terkait dengan cryptocurrency karena tingkat penipuan dan penggelapan pajak telah meningkat. Tapi, mengatur teknologi yang mendasarinya adalah hal yang tidak masuk akal.

    Schramböck menjelaskan bahwa regulasi yang berlebihan dapat menyebabkan hambatan dan menyulitkan pengembangan bisnis dan industri yang muncul. Dia juga menyerukan penelitian yang lebih baik oleh pemerintah untuk menghindari regulasi yang terlalu tinggi atas teknologi yang menjanjikan ini.

    Bagaimana menurut Anda? Perlukah teknologi Blockchain diregulasi layaknya kripto aset, ICO dan teknologi finansial terbaru lainnya?

    -Dita Safitri-

    Komentar