SCB Thailand Berinvestasi di Perusahaan GoJek Indonesia

    Perusahaan GoJek Indonesia picture

    DuniaFintech.com – Perusahaan GoJek Indonesia dikabarkan kembali mendapatkan suntikan pendanaan dalam investasi tambahan di putaran seri F dari Siam Commercial Bank, SCB Thailand. Sekedar informasi, Saham SCB Thailand secara mayoritas dimiliki oleh Raja Vajiralongkorn Thailand sejak 2016.

    Disisi lain, investasi tersebut juga terlihat seperti layaknya kontestasi yang menarik di jajaran investor. Sebelumnya perusahaan otomotif Hyundai dan Yamaha Motor telah berinvestasi di Grab, lalu Mitsubushi Motor pun berpartisipasi untuk berinvestasi di GoJek. 

    Dan di sektor perbankan, sebelumnya Kasikornbank (bank berbasis di Bangkok) juga berinvestasi di Grab pada putaran seri H, lalu kini SCB yang berinvestasi di GoJek.

    Baca juga: PT Fuji Finance Menargetkan Pertumbuhan Laba Dua Kali Lipat Usai IPO

    Raihan Investasi Perusahaan GoJek Indonesia

    sebelumnya, putaran seri F GoJek diperkirakan telah mencapai $1,6 Miliar. Dan telah membawa valuasi (nilai) perusahaan menembus $10 Miliar. Pendanaan seri F terus digalang untuk mengoptimalkan kegiatan ekspansi bisnis di Asia Tenggara. Di Thailand sendiri, GoJek sudah meluncurkan Get, menghadirkan layanan ride-hailing, food delivery, dan juga pengantaran.

    Investasi yang terus digelontorkan kepada GoJek bisa menjadi salah satu indikator dari bukti, betapa potensialnya perusahaan karya anak bangsa ini di mata para investor global. Geliat bisnis GoJek yang memang sangat tepat untuk era digital saat ini, dimana kebutuhan akan transportasi roda dua maupun roda empat yang cepat, aman, dan transparan (dari sisi biaya) telah menjadi demand tersendiri bagi masyarakat disetiap harinya yang tentu meningkatkan jumlah transaksi GoJek, maupun dompet digitalnya, GoPay.

    Baca Juga: LinkAja Bermitra dengan GoJek : Masuk Opsi Pembayaran Digital

    GoJek Bersinar di Mata Milenial

    Disisi lain, menurut Lembaga riset Alvara Research Center, GoJek, beserta dua layanannya, GoFood dan GoPay, telah menjadi “pemimpin” untuk tiga layanan digital menurut kalangan milenial Indonesia. Traveloka dan Lazada menjadi aplikasi yang unggul di kategori lain, yakni pemesanan tiket serta hotel, dan belanja online.

    Alvara mendefinisikan aplikasi e-commerce sebagai produk dan jasa yang dijual dalam bentuk digital, sehingga layanan on-demand dan OTA dimasukkan kedalam survei yang bertajuk dalam judul penelitian “Perilaku dan Preferensi Konsumen Milenial Indonesia terhadap Aplikasi E-Commerce 2019.”

    CEO dan Founder Alvara Research, Hassanudin Ali, menerangkan bahwa GoJek memimpin tiga kategori lantaran ekosistemnya mencakup banyak layanan dan saling terintegrasi dengan mengatakan:

    “Kalau pesaingnya [Grab], menggunakan provider lain [untuk layanan pendukung]. GoJek juga diuntungkan karena first mover advantage. Setiap pionir pasti dapat manfaat dari sisi pengguna.”

    Sebagai aplikasi transportasi, 70,4% responden survei menyebut GoJek lebih banyak dipakai. Alasannya karena mudah digunakan, lebih cepat, dan termurah. Sementara Grab diasosiasikan dengan aplikasi termurah, promo banyak, dan juga mudah digunakan.

    Image by Gerd Altmann from Pixabay

    -Syofri Ardiyanto-

    Komentar