32.2 C
Jakarta
Sabtu, 4 April, 2020

Perusahaan Pembiayaan Reliance Finance Menyalurkan Dana Melalui P2P Lending

DuniaFintech.com – Bisnis fintech lending dalam negeri terhitung berkembang pesat dan P2P Lending telah menunjukkan tren yang sangat positif. Perusahaan pembiayaan Reliance Finance menyalurkan dana perusahaanya melalui P2P Lending. Pembiayaan yang disalurkan kepada fintech P2P lending menyumbang hingga 10% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

PT Reliance Finance membidik pembiayaan pemilikan rumah, pembiayaan kepada fintech (P2P) lending, dan community lending. Hingga saat ini, kolaborasi antara multifinance dan peer to peer lending ini masih sebagai pemberi pinjaman (lender). Menurut Direktur perusahaan pembiayaan Reliance Finance tujuan dari kolaborasi ini karena kita harus memulai memanfaatkan digital channel dan inklusi keuangan.

Reliance Finance merupakan salah satu perusahaan dibawah Reliance Group yang fokus pada pembiayaan perumahan (Mortgage Financing) yang menargetkan segmen menengah bawah. Disamping itu, untuk memberikan pelayanan yang lebih luas dalam memenuhi kebutuhan debitur, Reliance Finance juga memberikan pembiayaan investasi dan modal kerja.

Baca Juga :

Fajar Satritama selaku Direktur Reliance Finance menjelaskan hingga Agustus 2019, realisasi pembiayaan sekitar Rp 500 miliar. Sedangkan sampai akhir tahun target yang akan kami capai senilai Rp 600 miliar. Kemudian rasio pembiayaan bermasalah atau NPF berada di posisi 2%. Untuk pembiayaan rumah sedang akan dilakukan kerjasama dengan pengembang.

Peluang bagi multifinance seperti perusahaan pembiayaan Reliance Finance adalah menggarap para nasabah yang belum mengakses kredit di bank. Hal ini juga merupakan tantangan khusus bagi perusahaan multifinance yang ingin menyalurkan dananya melalui sistem peer to peer lending.

Salah satu pemicu pertumbuhan P2P Lending di Indonesia adalah masih sangat rendahnya inklusi keuangan di Indonesia. Asosiasi FinTech Indonesia melaporkan masih ada 49 juta UKM yang belum bankable di Indonesia. Umumnya, ini disebabkan karena pinjaman modal usaha mensyaratkan adanya agunan. P2P Lending dapat menjembatani UKM peminjam yang layak/creditworthy menjadi bankable dengan menyediakan pinjaman tanpa agunan.

-Vidia Hapsari-

- Advertisement -

DuniaFintech.com – Bisnis fintech lending dalam negeri terhitung berkembang pesat dan P2P Lending telah menunjukkan tren yang sangat positif. Perusahaan pembiayaan Reliance Finance menyalurkan dana perusahaanya melalui P2P Lending. Pembiayaan yang disalurkan kepada fintech P2P lending menyumbang hingga 10% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

PT Reliance Finance membidik pembiayaan pemilikan rumah, pembiayaan kepada fintech (P2P) lending, dan community lending. Hingga saat ini, kolaborasi antara multifinance dan peer to peer lending ini masih sebagai pemberi pinjaman (lender). Menurut Direktur perusahaan pembiayaan Reliance Finance tujuan dari kolaborasi ini karena kita harus memulai memanfaatkan digital channel dan inklusi keuangan.

Reliance Finance merupakan salah satu perusahaan dibawah Reliance Group yang fokus pada pembiayaan perumahan (Mortgage Financing) yang menargetkan segmen menengah bawah. Disamping itu, untuk memberikan pelayanan yang lebih luas dalam memenuhi kebutuhan debitur, Reliance Finance juga memberikan pembiayaan investasi dan modal kerja.

Baca Juga :

Fajar Satritama selaku Direktur Reliance Finance menjelaskan hingga Agustus 2019, realisasi pembiayaan sekitar Rp 500 miliar. Sedangkan sampai akhir tahun target yang akan kami capai senilai Rp 600 miliar. Kemudian rasio pembiayaan bermasalah atau NPF berada di posisi 2%. Untuk pembiayaan rumah sedang akan dilakukan kerjasama dengan pengembang.

Peluang bagi multifinance seperti perusahaan pembiayaan Reliance Finance adalah menggarap para nasabah yang belum mengakses kredit di bank. Hal ini juga merupakan tantangan khusus bagi perusahaan multifinance yang ingin menyalurkan dananya melalui sistem peer to peer lending.

Salah satu pemicu pertumbuhan P2P Lending di Indonesia adalah masih sangat rendahnya inklusi keuangan di Indonesia. Asosiasi FinTech Indonesia melaporkan masih ada 49 juta UKM yang belum bankable di Indonesia. Umumnya, ini disebabkan karena pinjaman modal usaha mensyaratkan adanya agunan. P2P Lending dapat menjembatani UKM peminjam yang layak/creditworthy menjadi bankable dengan menyediakan pinjaman tanpa agunan.

-Vidia Hapsari-

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Beberapa Kriptografer Legendaris di Masa Keemasannya

DuniaFintech.com - Kriptografi merupakan sebuah metode, bahkan seni, dalam melakukan pengamanan data, pesan dan segala hal yang melibatkan urusan transaksi dan komunikasi. Seperti diketahui, kriptografer...

Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Dunia Hiburan dan Industri Event

DuniaFintech.com – Dampak pandemi COVID-19 terhadap dunia hiburan tidak mengurangi kreatiftas dan inovasi para entertainer agar tetap eksis dan menghibur penggemarnya. Dunia Hiburan dan Industri Event...

Menghasilkan Uang Saat Pandemi Corona, Bisnis ini Bisa Jadi Pilihan

DuniaFintech.com - Anjuran pemerintah mengenai “social distancing” sangat berpengaruh terhadap financial masyarakat Indonesia. Seluruh kegiatan yang dilakukan diluar dirumahpun termasuk kegiatan bekerja di himbau...

Program Siap Siaga COVID-19 DANA Solidkan Indonesia

DuniaFintech.com - Penyelenggara keuangan berbasis teknologi, DANA, menghadirkan program Siap Siaga COVID-19 sebagai aksi nyata dalam memberi informasi terhadap wabah Wuhan ini. Program ini...

Kiat Atur Keuangan untuk Bertahan di Tengah Pandemi Corona

DuniaFintech.com - Virus corona Covid-19 telah mengubah kehidupan sebagian besar masyarakat di Indonesia dan turut berdampak pada kondisi ekonomi saat ini. Selain itu, virus...
Translate