Prinsip Operasional Investasi Berdampak Diadopsi Investor?

    prinsip operasional picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – IFC, anggota dari kelompok Bank Dunia, 12 Aprill 2019 telah mengumumkan bahwa enam puluh investor telah mengadopsi Prinsip Operasional Manajemen Dampak – sebuah standar pasar bagi Investasi Berdampak (Impact Investing).

    Impact Investing adalah investasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pada saat yang bersamaan memberikan keuntungan finansial secara teratur dan transparan. Prinsip ini akan meningkatkan transparansi, kredibilitas dan disiplin dari Investasi Berdampak.

    Baca juga : Pencarian Online untuk Tren Teknologi Bitcoin Meningkat di Lagos

    Organisasi-organisasi yang mengadopsi prinsip tersebut memiliki aset yang bernilai lebih $300 miliar yang telah diinvestasikan untuk memberikan dampak bagi masyarakat, dan berkomitmen untuk mengelola aset tersebut sesuai dengan Prinsip Operasi Manajemen Dampak. Investasi di masa-masa mendatang juga akan dikelola sesuai dengan prinsip tersebut.

    Prinsip operasional ini memberikan standar pasar yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan Investasi Berdampak dan mengatasi kekhawatiran akan adanya “impact-washing” atau tidak tercapainya dampak yang dituju. IFC memimpin pengembangan Prinsip tersebut, berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan manajemen investasi terkemuka, pemilik aset, pengelola aset, Bank pembangunan, dan institusi-institusi keuangan.

    “Kami percaya bahwa saat ini ada potensi untuk menjadi investasi berdampak kedalam pemikiran umum atau mainstream,” kata CEO IFC Philippe Le Houérou. “Ambisi kami sangat tinggi – kami ingin lebih banyak uang dikelola secara efektif dan berdampak. Kita tidak bisa menunda tercapainya agenda “billions to trillions.”

    Dalam laporan barunya, IFC memperkirakan minat investor terhadap Investasi Berdampak saat ini dapat mencapai $26 triliun. Nilai ini terdiri dari $5 triliun di pasar swasta seperti perusahaan investasi (Private Equity), hutang non-pemerintah dan modal ventura, serta $21 triliun yang diperdagangkan terbuka di pasar saham dan obligasi.

    Untuk memenuhi potensi tersebut, Investasi Berdampak perlu memberikan penawaran yang transparan pada investor, dimana dana dapat diinvestasikan untuk mencapai hasil positif yang terukur bagi masyarakat, selain memberikan keuntungan finansial yang mencukupi. Prinsip yang diluncurkan hari ini memfasilitasi proses ini dengan memberikan kejelasan dan konsistensi tentang hal-hal yang ternasuk dalam pengelolaan Investasi Berdampak untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

    IFC merupakan salah satu investor terlama dan terbesar dalam hal Investasi Berdampak, yang menunjukkan bahwa melakukan investasi yang memiliki dampak pembangunan yang signifikan dan pada saat yang bersamaan menghasilkan keuntungan finansial yang kuat, adalah suatu hal yang dapat dilaksanakan. Secara rata-rata, tingkat pengembalian riil investasi ekuitas IFC dari tahun 1988 hingga 2016, sebanding dengan tingkat pengembalian pada indeks MSCI bagi pasar negara berkembang.

    Baca juga : Asia Timur Pimpin Pasar Kripto Lewat Pengembangan Regulasi

    Prinsip Operasi Manajemen Dampak disusun berdasarkan pengalaman IFC melakukan investasi di negara berkembang untuk mencapai dampak pembangunan yang kuat dan keuntungan finansial. Prinsip ini merupakan cerminan dari praktek-praktek terbaik dari berbagai institusi publik dan swasta. Prinsip ini mengintegrasikan aspek dampak masyarakat pada seluruh tahapan investasi : strategi, proses dan strukturisasi, manajemen portofolio, divestasi dan verifikasi independen. Hal penting, prinsip ini mensyaratkan laporan tahunan secara terbuka oleh pihak terkait tentang bagaimana implementasi prinsip dilakukan, termasuk verifikasi secara independen, yang akan memberikan kredibilitas bagi adopsi Prinsip operasional Investasi Berdampak ini.

    Pihak-pihak yang pertama mengadopsi Prinsip Operasional Investasi Berdampak :

    1. IFC
    2. Actis
    3. Acumen Capital Partners
    4. AlphaMundi Group
    5. Amundi
    6. AXA Investment Managers
    7. Baiterek National Managing Holding JSC
    8. Belgian Investment Company for Developing Countries (BIO)
    9. Blue like an Orange Sustainable Capital
    10. BlueOrchard Finance Ltd.
    11. BNP Paribas Asset Management
    12. Calvert Impact Capital
    13. Capria Ventures
    14. Cardano Development B.V. (ILX fund and TCX)
    15. CDC Group plc.
    16. CDP – Cassa Depositi e Prestiti
    17. COFIDES
    18. Community Investment Management (CIM)
    19. Cordiant Capital
    20. Credit Suisse
    21. DEG – Deutsche Entwicklungs- und Investitionsgesellschaft mbH
    22. Development Bank of Latin America (CAF)
    23. European Bank for Reconstruction and Development (EBRD)
    24. European Development Finance Institutions (EDFI)
    25. European Investment Bank  (EIB)
    26. FinDev Canada
    27. Finnfund
    28. Flat World Partners
    29. FMO – the Netherlands Development Finance Company
    30. IDB Invest (Member of the Inter-American Development Bank)
    31. IFC Asset Management Company (AMC)
    32. IFU – Investment Fund for Developing Countries
    33. Incofin Investment Management
    34. Investisseurs & Partenaires – I&P
    35. Islamic Corporation for the Development of the Private Sector, Member of IsDB Group
    36. Kohlberg Kravis Roberts & Co. L.P.
    37. LeapFrog Investments
    38. LGT Impact
    39. LGT Venture Philanthropy
    40. MicroVest Capital Management
    41. Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA)
    42. Norfund
    43. Nuveen
    44. Obviam
    45. Oesterreichische Entwicklungsbank AG (OeEB)
    46. Overseas Private Investment Corporation (OPIC)
    47. Partners Group
    48. Phatisa
    49. Proparco
    50. Prudential Financial Inc.
    51. responsAbility
    52. STOA Infra & Energy
    53. Swedfund
    54. Swiss Infestment Fund for Emerging Markets (SIFEM)
    55. The Rise Fund
    56. The Rock Creek Group
    57. UBS
    58. Water.org
    59. WaterEquity
    60. Zurich Insurance Group Ltd.

     

    Komentar
    Bottom Adv